Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Difabel dan diskriminasi seleksi Aparat Sipil Negara

Difabel dan diskriminasi seleksi Aparat Sipil Negara

Siaran Pers


Yogyakarta-KoPi- Tahun 2014 pemerintah membuka pendaftaran seleksi aparat sipil Negara (ASN) untuk 100,000 rakyat Indonesia di berbagai bidang. Pemerintah juga melengkapi seleksi ASN ini dengan memberikan kuota khusus bagi difabel. Sejumlah 300 difabel akan diterima menjadi ASN dan akan ditempatkan sesuai dengan formasi yang mereka pilih.

Namun, hal ini tidak serta-merta diterima oleh kaum difabel. Berbagai reaksi pun muncul mewarnai bergulirnya kuota khusus ini. Para difabel menilai bahwa dalam penyelenggaraan kuota khusus ini masih banyak sekali terdapat diskriminasi dan pelanggaran terhadap undang-undang yang berlaku.

UU No 4 tahun 1997 menyatakan bahwa tiap instansi atau prusahaan yang mempekerjakan 100 orang, maka 1 orang di antaranya harus difabel. Ini berarti bahwa pemerintah harus menyediakan kuota khusus untuk difabel sejumlah 1,000.

Selain itu, berdasarkan pengamatan para difabel terhadap table kuota khusus ASN 2014 juga ditemukan hal-hal yang sangat diskriminatif.
Pengadaan kuota khusus seleksi ASN 2014 saat ini hanya terbatas untuk difabel daksa, rungu-wicara, dan netra. Sedangkan jenis-jenis difabilitas lain seperti celebral palcy, difabel psiko social, mental retardasi, dan sebagainya masih belum terkofer. Hal ini sangat bertentangan dengan UNCRPD yang telah diratifikasi oleh Indonesia pada 2011.

Selain itu, para difabel juga menyoroti buruknya kerja pemerintah dalam menangani difabel yang mengikuti tes seleksi CPNS. Banyak hal yang tidak menguntungkan difabel sering terjadi saat pelaksanaan seleksi CPNS (sekarang ASN). Lokasi tes ujian yang tidak aksesibel, keterlambatan pendamping, perangkat yang belum aksesibel bagi difabel, dan sebagainya. Hal ini diungkapkan oleh para difabel yang pernah mengikuti ujian seleksi CPNS pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan paparan di atas, maka Aliansi Pejuang Hak-Hak Difabel (ALPHADI) akan menyelenggarakan aksi damai untuk menyuarakan hak-hak difabel dalam kuota khusus seleksi ASN 2014. Aksi tersebut akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 17 Oktober 2014, dengan rentetan aksi sebagai berikut:

1.    Pukul 08:00 WIB para difabel akan melaksanakan aksi di halaman gedung Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Yogyakarta, Jl. Magelang KM 7,5.

2.    Pukul 10:00 difabel akan melanjutkan aksi damai di perempatan kantor pos pusat Yogyakarta.

Aksi damai ini akan menyuarakan tuntutan sebagai berikut:

1.    Hilangkan kategori jenis difabilitas pada tiap-tiap formasi kuota khusus ASN 2014.
2.    Penuhi kouta untuk difabel menjadi 1% atau 1000 difabel menjadi ASN.
3.    Sediakan sarana yang layak dalam penyelenggaraan kuota khusus seleksi ASN 2014 yang meliputi lokasi yang aksesibel, pendamping yang professional, dan perangkat tes yang aksesibel.

back to top