Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Puing yang diduga milik MH370, ditemukan di Pulau Reunion

Puing yang diduga milik MH370, ditemukan di Pulau Reunion
KoPi | Sebuah puing-puing pesawat ditemukan di lepas pantai pulau Reunion. Lokasi ini merupakan sebuah pulau yang terletak sekitar 500 mil sebelah timur dari Madagaskar Afrika, di Samudera Hindia.

Saat ini, puing tersebut sedang diperiksa untuk memastikan apakah puing tersebut merupakan bagian dari hilangnya pesawat Malaysia Airliner MH370. Puing tersebut didga milik pesawat Boeing 777 yang kemungkinan besar adalah pesawat maskapai Malaysia Airliiner MH370.

Analisis penerbangan CNN, Mary Schiavo mengungkapkan kepada CNN, “Jika ini adalah nagian dari 777, kita bisa yakin bahwa ini datang dari MH370 karena belum ada banyak kecelakaan 777 dan belum pernah terjadi di wala itu” ujarnya seperti yang dilansir dair CNN.

Namun, seorang anggota dari Angkatan Udara Prancis menegaskan bahwa terlalu dini untuk memastikan kepingan tersebut milik MH370.

Apalagi dengan fakta bahwa Pulau Reunion terleta lebih dari 6.400 kilometer sebelar baratdaya tempat terakhir kali MH370 terdeteksi radar.

Namun, pergerakan puing hingga ribuan kilomete sangat mungkin terjadi. Apalagi disertai dengan derasny arus di Samudera Hindia.

Saat ini pihak Malaysia Airlines telah mengirim utusan menuju Pulau Reunion. Sebelumnya, Malaysia Airlines dinyatakan hilan pada 8 Maret 2014 dengan membawa 239 penumpang dan awak. | Labibah

back to top