Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Dibanding negara lain, kualitas pendidikan Indonesia tertinggal jauh

Foto 1 Refleksi 1 Tahun Surabaya Kota Literasi sekaligus Temu Darat ke-25 Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Cabang Surabaya, Ahad (3/5), di pelataran Gedung Serba Guna Kampus Unesa Surabaya. (Foto: IST.) Foto 1 Refleksi 1 Tahun Surabaya Kota Literasi sekaligus Temu Darat ke-25 Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Cabang Surabaya, Ahad (3/5), di pelataran Gedung Serba Guna Kampus Unesa Surabaya. (Foto: IST.)
Surabaya-KoPi| Kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal jauh dibanding negara-negara lain. Indikatornya, Hasil Program Penilaian Pelajar Internasional (Program for International Student Assessment atau PISA) yang setiap 3 tahun selalu menempatkan Indonesia dalam peringkat 3 besar dari bawah.
 
“Perlu diketahui bahwa salah satu yang dinilai dalam penelitian tersebut adalah kecakapan membaca,” ujar Drs. Satria Dharma, Penggagas Gerakan Literasi Sekolah ketika menjadi nara sumber Refleksi 1 Tahun Surabaya Kota Literasi sekaligus Temu Darat ke-25 Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Wilayah Surabaya, Ahad (3/5), di pelataran Gedung Serba Guna Kampus Unesa Surabaya.
 
Dia menyebutkan, kondisi yang memprihatinkan itu tidak akan pernah berubah selama membaca hanya diposisikan sebagai anjuran di sekolah-sekolah, tidak lagi ditempatkan sebagai kewajiban.
 
Sementara Pendiri Jaringan Literasi Indonesia, Drs. Much Khoiri yang juga tampil sebagai nara sumber menekankan kepada generasi muda untuk menghasilkan karya berupa tulisan.  “Karena tulisan itulah sebagai bukti adanya kecakapan membaca,” katanya.
 
Untuk menumbuhkan semangat berliterasi, jelas Much Khoiri, diperlukan juga political will pemerintah. Namun, masyarakat tentu tidak bisa hanya menunggu. Para pegiat literasi khususnya di Surabaya dituntut untuk terus bergerak secara aktif memengaruhi banyak orang, terutama pelajar dan mahasiswa.
 
“Tujuannya agar mereka memiliki kesadaran betapa pentingnya literasi dalam pembangunan peradaban. Dengan adanya langkah-langkah konkrit itu, Surabaya sebagai Kota Literasi bukan sekadar semboyan belaka,” ujarnya.
 
Surabaya Kota Literasi telah dicanangkan Wali Kota Surabaya, Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T., di Balai Kota Surabaya pada 2 Mei 2014. Pencanangan itu mengindikasikan bahwa kota tersebut siap untuk menjadi lebih maju dalam iklim kompetisi dengan kota-kota di negara lain.
 
“Konsekuensinya, semua pegiat literasi, termasuk kalangan pustakawan dan para pemegang kebijakan di dunia pendidikan, khususnya di Surabaya, harus berjuang keras untuk terus memacu semangat berliterasi warga Surabaya,” ujar Yudha Prima, Koordinator FAM Cabang Surabaya yang mendukung pencanangan itu.
 
Refleksi 1 Tahun Surabaya Kota Literasi dan Temu Darat ke-25 FAM Cabang Surabaya diikuti sekitar 50-an peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen dan kalangan umum lainnya. Peserta sangat antusias mengikuti acara itu.| Rel
 
back to top