Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Diaspora merencanakan Bahasa Jawa Ngoko jadi bahasa pemersatu Suku Jawa Dunia

Diaspora merencanakan Bahasa Jawa Ngoko jadi bahasa pemersatu Suku Jawa Dunia

Jogja-KoPi| Seluruh masyarakat Jawa yang berkumpul pada acara Javanese Diapora Network III merencanakan bahasa Jawa Ngoko sebagai bahasa pemersatu suku Jawa di seluruh dunia.

Ketua Panitia, Javanese Diaspora Network III, Indrata Kusuma Prijadi, mengatakan bahasa Jawa ngoko dipilih sebagai bahasa pemersatu karena kemudahan penggunaannya.

“Mereka banyak yang bisa bahasa alus, tapi-kadang-kadang aturan yang banyak itu membuat susah. Di Bahasa Jawa sendiri ada batasan gak enak jika menggunakan bahasa ngoko dengan orang yang lebih tua. Kitamencoba melepas itu semua”, jelasnya.

Selain itu, Indrata juga mengatakan bahwa kebanyakan peserta Javanese Diapora Network yang berasal dari Meksiko, Belanda, California, Singapura, Malaysia, Australkia, Hongkong, Sumatera Utara, Tondanu, Lampung, dan daerah lainnya kebanyakan bisa menggunakan Bahasa Ngoko.

Sehingga Bahasa Ngoko akan mempermudah dan memperlancar komunikasi di antara mereka.

“Kita mencoba melepas itu semua, bukan mengowah-ngowahi, tapi kita mau agar komunikasinya lancar. Karena banyak dari mereka yang menggunakna Bahasa Ngoko”, kata Indrata.

Pertimbangan lain yaitu agar orang jawa menggunakan Bahasa Jawa daripada bahasa lain.

“Lebih baik kan menggunakan Bahasa Jawa, entah pakai kromo atau ngoko. Dan ada satu pemerstu di Bahasa Jawa yaitu Bahasa Ngoko. Dari pada mereka menggunakan bahasa Perancis, Belanda, Inggris, Suriname,Melayu kan malah lebih susah”, jelas Indrata.

Mengenai rencana tersebut, Indrata telah meminta izin kepada Ngarso Dalem dengan pertimbangan agar mereka bisa berkomunikasi.

“Mengenai rencana ini kami telah meminta izin ngarso dalem, dari pada kita tidak bisa ngomong satu dengan yang lainnya. Dan tanggapan Ngarso Dalem baik”, pungkasnya.

back to top