Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Diaspora merencanakan Bahasa Jawa Ngoko jadi bahasa pemersatu Suku Jawa Dunia

Diaspora merencanakan Bahasa Jawa Ngoko jadi bahasa pemersatu Suku Jawa Dunia

Jogja-KoPi| Seluruh masyarakat Jawa yang berkumpul pada acara Javanese Diapora Network III merencanakan bahasa Jawa Ngoko sebagai bahasa pemersatu suku Jawa di seluruh dunia.

Ketua Panitia, Javanese Diaspora Network III, Indrata Kusuma Prijadi, mengatakan bahasa Jawa ngoko dipilih sebagai bahasa pemersatu karena kemudahan penggunaannya.

“Mereka banyak yang bisa bahasa alus, tapi-kadang-kadang aturan yang banyak itu membuat susah. Di Bahasa Jawa sendiri ada batasan gak enak jika menggunakan bahasa ngoko dengan orang yang lebih tua. Kitamencoba melepas itu semua”, jelasnya.

Selain itu, Indrata juga mengatakan bahwa kebanyakan peserta Javanese Diapora Network yang berasal dari Meksiko, Belanda, California, Singapura, Malaysia, Australkia, Hongkong, Sumatera Utara, Tondanu, Lampung, dan daerah lainnya kebanyakan bisa menggunakan Bahasa Ngoko.

Sehingga Bahasa Ngoko akan mempermudah dan memperlancar komunikasi di antara mereka.

“Kita mencoba melepas itu semua, bukan mengowah-ngowahi, tapi kita mau agar komunikasinya lancar. Karena banyak dari mereka yang menggunakna Bahasa Ngoko”, kata Indrata.

Pertimbangan lain yaitu agar orang jawa menggunakan Bahasa Jawa daripada bahasa lain.

“Lebih baik kan menggunakan Bahasa Jawa, entah pakai kromo atau ngoko. Dan ada satu pemerstu di Bahasa Jawa yaitu Bahasa Ngoko. Dari pada mereka menggunakan bahasa Perancis, Belanda, Inggris, Suriname,Melayu kan malah lebih susah”, jelas Indrata.

Mengenai rencana tersebut, Indrata telah meminta izin kepada Ngarso Dalem dengan pertimbangan agar mereka bisa berkomunikasi.

“Mengenai rencana ini kami telah meminta izin ngarso dalem, dari pada kita tidak bisa ngomong satu dengan yang lainnya. Dan tanggapan Ngarso Dalem baik”, pungkasnya.

back to top