Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Dialog Kebudayaan: Transformasi Kebangsaan

Foto:martha ati nugraini Foto:martha ati nugraini

Jakarta-KoPi - Komunitas Negeri Symphony menyelenggarakan "Dialog Kebudayaan" dengan tema Transformasi Kebangsaan. Forum dialog ini menampilkan pembicara Novri Susan, Ph.D ( sosiolog Unair ), Karyono Wiwoho ( aktifis LSM ) dan Ir. Ilarius Wibisono ( Pemerhati masyarakat ).

Acara ini sukses diselenggarakan di Cafe Galeri Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin 7 Juli 2014 . Hadir dalam acara tersebut kalangan seniman dan pelbagai elemen sosial. 

Novri Susan dalam sesi pandangan umumnya menyampaikan tentang kondisi bangsa dan negara yang rusak akibat tatanan kebudayaan yang tidak sehat, baik dalam sistem birokrasi dan dalam kebudayaan masyarakat sendiri.

Aksi kejahatan korupsi yang masif di badan negara, misalnya, adalah sebuah mata rantai kebudayaan negatif yang tak terputus dari kesadaran masyarakat itu sendiri. Perbaikan mentalitas  yang negatif ini pada akhirnya harus diperbaiki dan dibangun oleh masyarakat itu sendiri secara bersama.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya adalah contoh kecil sebuah sikap bagaimana seseorang menyadari peranannya sebagai penjaga kebaikan sosial dan lingkungannya.  Dari hal-hal sederhana ini pada akhirnya akan menularkan sikap-sikap yang luar biasa konstruktif baik dalam sistem kebudayaan masyarakat dan di dalam pemerintahan.

Daryanto Bender sebagai pengagas dan penyelenggara acara ini mengungkapkan rasa puasnya.

"Acara ini meskipun sederhana dan diliputi suasana hujan mampu memberikan spirit dan inspirasi untuk sebuah perubahan bangsa yang lebih baik, " katanya. " Kami akan mengupayakan acara ini hadir secara kontinue  sebagai komitmen kami terhadap bangsa dan negara, " ujarnya penuh semangat.

Reporter: E Hermawan

 

back to top