Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Dia Melebihi Permata..

Dia Melebihi Permata..

Tutur kata bahasa yang selalu disampaikan untukku dengan lembut dan penuh sentuhan kasih sayang yang selalu menyejukan hatiku. Ibu, kau lah anugerah yang terindah yang telah Tuhan berikan untukku dan tak ada satu kata pun untuk mengungkap kan rasa sayang untuk mewakili rasa sayang atau ucappan terima kasih untuk selama ini Ibu merawatku sampai sebesar ini.

Ibu orang yang mempunyai peran yang sangat penting dalam hidupku, selama sembilan bulan aku berada di dalam rahimnya beliau mempertaruhkan nyawanya demi memperjuangkan hidupku untuk berda di dunia ini. Perjuangannya tidak sampai disitu aja Ibuku harus memberikan aku air ASI selama 2 tahun dan harus merawatku hingga tumbuh besar memberikan perhatian dengan segenap cinta yang tulus tanpa meminta imbalan apapun dari aku.

Ada pepatah yang mengatakan seperti ini “Kasih ibu sepanjang masa,Kasih anak sepanjang gala” sepertinya pepatah itu yang aku rasakan sekarang karena aku merasakan tak ada nilai atau harga yang bisa di gantikan untuk ibuku ang telah merawat dengan tulus tanpa lelah.
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). 

Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Wahai Robb-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.” [QS al-Ahqof : 15

Terkadang saat Ibuku membutuhkan bantuanku, aku tidak ada disisinya tetapi saat aku membutuh kan bantuanku Ibuku selalu ada buat aku walau Ibuku sedang sibuk dengan pekerjaannya pasti Ibu selalu mendahulukan aku yang membutuhkan bantuannya.

Sejenak aku berfikir dalam hatiku kapan aku selalu ada untuk Ibuku saat Ibuku membutuhkan bantuanku atau apapun itu dan kapan aku bisa memberi kasih sayang yang tulus tanpa meminta imbalan apapun dari Ibuku. Aku harus bisa membahagiakan Ibuku walau tidak seperti sebesar kebahagian Ibu memberikan untukku tapi setidaknya aku bisa melihat Ibuku bisa tersenyum bahagia dan bangga dengan hasil kertingat aku sendiri.

Saat pada ulang tahun Ibuku aku pernah memberi sebuah kejuttan dengan memberikan sebuah kue dan Ibuku sangat senang dengan senyum terharu  saatku memberi kuenya, padahal kue yang kuberikan tidak ada harganya kalau di bandingkan dengan pengorbanan Ibuku selama ini. Sekecil apapun barang yang aku kasih kepada Ibu, ibu tidak pernah mengeluh dan selalu menerima dengan bahagia, tapi aku anaknya selalu masih merasakan kurang apapun pemberian Ibuku mau itu bentuk barang atau perhatiannya aku masih suka mengeluh dan masih kurang cukup dengan pemberian ibuku. Sering kali aku melupakan kewajiban aku sebagai seorang anak tetapi Ibuku tak pernah marah, tetapi aku selalu menuntut hak aku sebagai seorang anak.

Pernah saatku melewati kamar ibuku, Ibuku baru selesai sholat maghrib dan aku melihat Ibuku sedang memanjatkan doa sedang menangis. Waktu itu, aku sedang ada sedikit masalah dengan Ibuku pada akhirnya aku kesel sama Ibuku. Aku tahu ibu pasti sedih karena itu tapi tidak ada maksud sedikit pun untuk menyakiti hatinya.

Saat malam hari aku melihat ibu sedang tertidur lelap di tempat tidurnya dengan berselimut, kutatap dengan dekat wajahnya wanita itu. Dalam lelap tidurnya tergambar wajahnya yang sangat lelah dengan rutinitas yang seharian ibuku lakukan. Kerutan di wajahnya sangat terlihat beda dengan saat Ibuku bangun tidur menurutku Ibuku memiliki banyak topeng untuk menutupi segala perasaannya di depan anakmu ini. Sesekali terdengar tarikan napasnya dengan panjang, yang menandakan betaba lelahnya Ibuku. Aku tahu, Ibu pasti masih memikirkan anaknya dalam lelap tidurnya saja ia masih memikirkan anaknya.

Ibu, maafkan aku yang selalu membuatmu mengelus dada. Beberapa kali kau menangis gara gara aku? Berapa kali aku sudah mengecewakanmu? Dan semua janji yang pernah ku katakan padamu yang tidak terpenuhi. Janji yang kuucapkan, hanya untuk membuat berhenti untuk menasehati ku  dan aku yang tidak pernah mendengarkan apa nasehatmu yang selalu melanggarnya dan tidak memperdulikan apa katamu.

Suatu saat nanti aku yakin akan bisa membahagiakanmu dengan hasil keringatku sendiri dan membalas budimu selama ini, walau tak sama dengan apa yang engkau berikan selama hidupku samapai sukses nanti. Tetapi niatku untuk membahagiakanmu itulah yang pasti akan membuatmu sangat bahagia aku yakin itu bu.

Ibu, betapa panjang perjuanganmu selama ini untuk menghidupkan anakmu ini yang sangat kau cintai ini. Namun,aku belum bisa membalas semua pengorbanab yang kau berikan padaku. Berapa banayak waktumu yang terbuang sia sia hanya untuk anakmu yang belum  bisa memenuhi kewajibanya sebagai anakmu. Dan beberapa waktumu yang sudah terbuang sia-sia hanya dengan mendengar keluhan dan celotehan anakmu ini. aku hanya bisa mengucap terima kasih ibu karenamu aku dapat melihat dunia yang indah dan mengerti artinya hidup dengan banyak perjuangan dan banyak pengorbanan.

Rasa sayangku yang tidak bisa di ucapkan dengan kata kata untukmu, setiap sholatku dan doaku selalu menyebut namanu. Jagalah ibuku dimana ibuku berada sehatkan ibuku mudahkan segala kegitannya dan lancarkan rezekinya. Itu yang selalu ku panjatkan doa untukumu ibuku, terimakasih ibuku.  

 

 

back to top