Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Di negara-negara ini, Al Quran dan Injil dibredel

Di negara-negara ini, Al Quran dan Injil dibredel
KoPi | Selama berabad-abad, peradaban manusia telah berupaya mensensor berbagai ide dan ekspresi demi melanggengkan kekuasaan. Membredel dan melarang penerbitan buku merupakan salah satunya. Namun tidak terbatas pada buku karangan manusia saja, kitab suci ternyata juga ikut dibredel dan dilarang terbit.
 

Adalah di Kota Novorossiysk, Rusia, yang melarang beberapa terjemahan Al Quran karena dianggap mengobarkan ekstrimisme dan kekerasan. Kebijakan yang dibuat pada tahun 2013 tersebut lalu diikuti secara luas di seluruh Rusia.

Meski demikian, sebenarnya bukan Al Quran saja yang dianggap menjadi buku terlarang di Negeri Beruang Merah tersebut. Buku-buku karangan L. Ron Hubbard, pendiri agama Scientology juga turut dilarang. Selain itu, buku karya teologis asal Turki Said Nursi, beberapa terbitan Katolik, Saksi Jehovah, dan Falun Gong juga dilarang karena dianggap mengandung teks yang mendorong ekstrimisme.

Selain di Rusia, di negara lain ada juga kitab suci yang dilarang terbit. Misalnya, Malaysia yang melarang kitab Injil berbahasa Melayu keluar dari lingkungan gereja. Pemerintah Malaysia berdalih tindakan tersebut untuk melindungi "keamanan nasional".

Selain kitab Injil, Malaysia juga pernah diberitakan melarang terbitnya novel terkenal 'Fifty Shades of Grey'. Novel bertema BDSM tersebut dianggap 'merusak moral bangsa'. Pada tahun 2012, Pemerintah Malaysia juga melarang terbitnya buku 'Allah, Liberty and Love' karya pengarang Kanada, Irshad Manji.

Hal yang sama juga terjadi di Korea Utara. Pemerintah komunis Korea Utara menetapkan kitab Injil sebagai barang ilegal, dan memonitor serta membatasi gerakan umat Katolik karena dikhawatirkan akan melawan pemerintah. | Huffington Post

back to top