Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Di negara-negara ini, Al Quran dan Injil dibredel

Di negara-negara ini, Al Quran dan Injil dibredel
KoPi | Selama berabad-abad, peradaban manusia telah berupaya mensensor berbagai ide dan ekspresi demi melanggengkan kekuasaan. Membredel dan melarang penerbitan buku merupakan salah satunya. Namun tidak terbatas pada buku karangan manusia saja, kitab suci ternyata juga ikut dibredel dan dilarang terbit.
 

Adalah di Kota Novorossiysk, Rusia, yang melarang beberapa terjemahan Al Quran karena dianggap mengobarkan ekstrimisme dan kekerasan. Kebijakan yang dibuat pada tahun 2013 tersebut lalu diikuti secara luas di seluruh Rusia.

Meski demikian, sebenarnya bukan Al Quran saja yang dianggap menjadi buku terlarang di Negeri Beruang Merah tersebut. Buku-buku karangan L. Ron Hubbard, pendiri agama Scientology juga turut dilarang. Selain itu, buku karya teologis asal Turki Said Nursi, beberapa terbitan Katolik, Saksi Jehovah, dan Falun Gong juga dilarang karena dianggap mengandung teks yang mendorong ekstrimisme.

Selain di Rusia, di negara lain ada juga kitab suci yang dilarang terbit. Misalnya, Malaysia yang melarang kitab Injil berbahasa Melayu keluar dari lingkungan gereja. Pemerintah Malaysia berdalih tindakan tersebut untuk melindungi "keamanan nasional".

Selain kitab Injil, Malaysia juga pernah diberitakan melarang terbitnya novel terkenal 'Fifty Shades of Grey'. Novel bertema BDSM tersebut dianggap 'merusak moral bangsa'. Pada tahun 2012, Pemerintah Malaysia juga melarang terbitnya buku 'Allah, Liberty and Love' karya pengarang Kanada, Irshad Manji.

Hal yang sama juga terjadi di Korea Utara. Pemerintah komunis Korea Utara menetapkan kitab Injil sebagai barang ilegal, dan memonitor serta membatasi gerakan umat Katolik karena dikhawatirkan akan melawan pemerintah. | Huffington Post

back to top