Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Di negara-negara ini, Al Quran dan Injil dibredel

Di negara-negara ini, Al Quran dan Injil dibredel
KoPi | Selama berabad-abad, peradaban manusia telah berupaya mensensor berbagai ide dan ekspresi demi melanggengkan kekuasaan. Membredel dan melarang penerbitan buku merupakan salah satunya. Namun tidak terbatas pada buku karangan manusia saja, kitab suci ternyata juga ikut dibredel dan dilarang terbit.
 

Adalah di Kota Novorossiysk, Rusia, yang melarang beberapa terjemahan Al Quran karena dianggap mengobarkan ekstrimisme dan kekerasan. Kebijakan yang dibuat pada tahun 2013 tersebut lalu diikuti secara luas di seluruh Rusia.

Meski demikian, sebenarnya bukan Al Quran saja yang dianggap menjadi buku terlarang di Negeri Beruang Merah tersebut. Buku-buku karangan L. Ron Hubbard, pendiri agama Scientology juga turut dilarang. Selain itu, buku karya teologis asal Turki Said Nursi, beberapa terbitan Katolik, Saksi Jehovah, dan Falun Gong juga dilarang karena dianggap mengandung teks yang mendorong ekstrimisme.

Selain di Rusia, di negara lain ada juga kitab suci yang dilarang terbit. Misalnya, Malaysia yang melarang kitab Injil berbahasa Melayu keluar dari lingkungan gereja. Pemerintah Malaysia berdalih tindakan tersebut untuk melindungi "keamanan nasional".

Selain kitab Injil, Malaysia juga pernah diberitakan melarang terbitnya novel terkenal 'Fifty Shades of Grey'. Novel bertema BDSM tersebut dianggap 'merusak moral bangsa'. Pada tahun 2012, Pemerintah Malaysia juga melarang terbitnya buku 'Allah, Liberty and Love' karya pengarang Kanada, Irshad Manji.

Hal yang sama juga terjadi di Korea Utara. Pemerintah komunis Korea Utara menetapkan kitab Injil sebagai barang ilegal, dan memonitor serta membatasi gerakan umat Katolik karena dikhawatirkan akan melawan pemerintah. | Huffington Post

back to top