Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Di masa depan, smartphone dapat memperbaiki diri sendiri

Di masa depan, smartphone dapat memperbaiki diri sendiri
KoPi | Apa yang akan Anda lakukan jika layar smartphone Anda pecah? Membuangnya dan menggantinya dengan baru? Di masa depan hal tersebut tidak lagi jadi masalah, karena di masa depan akan ada smartphone yang bisa memperbaiki diri sendiri!
 

Fisikawan asal Perancis, Ludwik Leibler memenangi penghargaan Inventor Award dari European Patent Office 2015. Penemuannya adalah sebuah materi polymer baru, yang disebut vitrimers. Materi tersebut memiliki karakteristik seperti kaca dan mampu memperbaiki diri sendiri berkali-kali.

Lebiler menemukan teknologi ini ketika ia mengkombinasikan dua material berbeda dalam satu zat "supramolecular". Ikatan molekular zat tersebut tidak lagi permanen, namun memiliki keseimbangan dinamis. Ini sebabnya vitrimers sangat kokoh sekaligus mudah dibentuk. Karakteristik tersebut memudahkan vitrimers berubah-ubah dari benda padat menjadi benda lunak ketika suhunya berubah. Dengan kata lain, plastik jenis baru ini bisa memperbaiki diri sendiri.

Dengan plastik yang mampu memperbaiki diri sendiri ini, masalah seperti layar retak pada smartphone dan tablet akan jadi istilah masa lalu. Meski demikian, hal itu nampaknya masih butuh waktu lama. Masih belum dijelaskan kapan vitrimers dapat diaplikasikan pada produk-produk saat ini.

"Kami pikir aplikasi pertama vitrimer dilakukan pada transportasi, seperti mobil dan pesawat," ujar Leibler.

Sebenarnya ini bukan pertama kali ada teknologi yang memiliki kemampuan menyelamatkan diri sendiri. Desember tahun lalu, Apple mematenkan sebuah teknologi yang dapat mendeteksi ketika sebuah perangkat jatuh, dan mampu menggeser pusat massanya sehingga meminimalisir kerusakan. Pada Juli 2014 Apple juga memenangi paten atas kaca yang tidak akan pecah ataupun tergores meski terkena benda tajam. | CNN, Huffington Post

back to top