Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Di masa depan, smartphone dapat memperbaiki diri sendiri

Di masa depan, smartphone dapat memperbaiki diri sendiri
KoPi | Apa yang akan Anda lakukan jika layar smartphone Anda pecah? Membuangnya dan menggantinya dengan baru? Di masa depan hal tersebut tidak lagi jadi masalah, karena di masa depan akan ada smartphone yang bisa memperbaiki diri sendiri!
 

Fisikawan asal Perancis, Ludwik Leibler memenangi penghargaan Inventor Award dari European Patent Office 2015. Penemuannya adalah sebuah materi polymer baru, yang disebut vitrimers. Materi tersebut memiliki karakteristik seperti kaca dan mampu memperbaiki diri sendiri berkali-kali.

Lebiler menemukan teknologi ini ketika ia mengkombinasikan dua material berbeda dalam satu zat "supramolecular". Ikatan molekular zat tersebut tidak lagi permanen, namun memiliki keseimbangan dinamis. Ini sebabnya vitrimers sangat kokoh sekaligus mudah dibentuk. Karakteristik tersebut memudahkan vitrimers berubah-ubah dari benda padat menjadi benda lunak ketika suhunya berubah. Dengan kata lain, plastik jenis baru ini bisa memperbaiki diri sendiri.

Dengan plastik yang mampu memperbaiki diri sendiri ini, masalah seperti layar retak pada smartphone dan tablet akan jadi istilah masa lalu. Meski demikian, hal itu nampaknya masih butuh waktu lama. Masih belum dijelaskan kapan vitrimers dapat diaplikasikan pada produk-produk saat ini.

"Kami pikir aplikasi pertama vitrimer dilakukan pada transportasi, seperti mobil dan pesawat," ujar Leibler.

Sebenarnya ini bukan pertama kali ada teknologi yang memiliki kemampuan menyelamatkan diri sendiri. Desember tahun lalu, Apple mematenkan sebuah teknologi yang dapat mendeteksi ketika sebuah perangkat jatuh, dan mampu menggeser pusat massanya sehingga meminimalisir kerusakan. Pada Juli 2014 Apple juga memenangi paten atas kaca yang tidak akan pecah ataupun tergores meski terkena benda tajam. | CNN, Huffington Post

back to top