Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Di masa depan kita bisa isi baterai ponsel dengan air kencing

Di masa depan kita bisa isi baterai ponsel dengan air kencing
KoPi | Bersiaplah, masa depan sudah di depan mata. Suatu saat mungkin kita tak perlu mencari colokan listrik saat baterai ponsel kita kritis, tapi justru mencari toilet terdekat. Karena para peneliti kini mengembangkan bahan bakar alternatif yang dibuat dari pipis kita sendiri!
 

Sekelompok ilmuwan dari University of Bath, Inggris, mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan baterai fuel cell bertenaga kencing. Baterai tersebut dapat dipakai untuk berbagai peralatan elektronik, termasuk ponsel.

"Sel bahan bakar dari mirkoba dapat memainkan peran penting untuk menghadapi tiga tantangan energi terbarukan, yaitu keamanan, keterjangkauan, dan ramah lingkungan," tukas Dr. Mirella Di Lorenzo, ketua penelitian tersebut. Ia mengatakan, jika manusia bisa mengubah limbah mereka menjadi energi, maka hal itu akan merevolusi teknologi pengembangan energi.

Baterai yang berukuran sekecil uang logam tersebut bisa dibuat hanya dengan biaya Rp 19.000 hingga Rp 69.000. Dr. Di Lorenzo mengatakan, baterai tersebut memanfaatkan proses biologis bakteri 'elektrik' untuk mengubah bahan organik, seperti urin, menjadi tenaga listrik.

Prosesnya, urin akan mengalir melalui sel bahan bakar, lalu bereaksi terhadap bakteri yang akan memproduksi daya listrik. Para peneliti mengatakan, daya listrik tersebut dapat digunakan langsung untuk menyalakan peralatan elektronik atau disimpan.

Tidak main-main, baterai tersebut mempunyai daya sebesar 2 Watt per meter kubik. Artinya, 'baterai pipis' tersebut dapat dipakai untuk menyalakan ponsel tanpa batas waktu tertentu.

Meski tenaga yang dihasilkan tidak sebanding dengan energi alternatif dari hidrogen atau tenaga matahari, baterai bertenaga kencing ini memiliki keunggulan dibanding keduanya. Utamanya, ukurannya yang kecil dan rendahnya biaya produksi. | Huffington Post

back to top