Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Di masa depan kita bisa isi baterai ponsel dengan air kencing

Di masa depan kita bisa isi baterai ponsel dengan air kencing
KoPi | Bersiaplah, masa depan sudah di depan mata. Suatu saat mungkin kita tak perlu mencari colokan listrik saat baterai ponsel kita kritis, tapi justru mencari toilet terdekat. Karena para peneliti kini mengembangkan bahan bakar alternatif yang dibuat dari pipis kita sendiri!
 

Sekelompok ilmuwan dari University of Bath, Inggris, mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan baterai fuel cell bertenaga kencing. Baterai tersebut dapat dipakai untuk berbagai peralatan elektronik, termasuk ponsel.

"Sel bahan bakar dari mirkoba dapat memainkan peran penting untuk menghadapi tiga tantangan energi terbarukan, yaitu keamanan, keterjangkauan, dan ramah lingkungan," tukas Dr. Mirella Di Lorenzo, ketua penelitian tersebut. Ia mengatakan, jika manusia bisa mengubah limbah mereka menjadi energi, maka hal itu akan merevolusi teknologi pengembangan energi.

Baterai yang berukuran sekecil uang logam tersebut bisa dibuat hanya dengan biaya Rp 19.000 hingga Rp 69.000. Dr. Di Lorenzo mengatakan, baterai tersebut memanfaatkan proses biologis bakteri 'elektrik' untuk mengubah bahan organik, seperti urin, menjadi tenaga listrik.

Prosesnya, urin akan mengalir melalui sel bahan bakar, lalu bereaksi terhadap bakteri yang akan memproduksi daya listrik. Para peneliti mengatakan, daya listrik tersebut dapat digunakan langsung untuk menyalakan peralatan elektronik atau disimpan.

Tidak main-main, baterai tersebut mempunyai daya sebesar 2 Watt per meter kubik. Artinya, 'baterai pipis' tersebut dapat dipakai untuk menyalakan ponsel tanpa batas waktu tertentu.

Meski tenaga yang dihasilkan tidak sebanding dengan energi alternatif dari hidrogen atau tenaga matahari, baterai bertenaga kencing ini memiliki keunggulan dibanding keduanya. Utamanya, ukurannya yang kecil dan rendahnya biaya produksi. | Huffington Post

back to top