Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Di masa depan kita bisa isi baterai ponsel dengan air kencing

Di masa depan kita bisa isi baterai ponsel dengan air kencing
KoPi | Bersiaplah, masa depan sudah di depan mata. Suatu saat mungkin kita tak perlu mencari colokan listrik saat baterai ponsel kita kritis, tapi justru mencari toilet terdekat. Karena para peneliti kini mengembangkan bahan bakar alternatif yang dibuat dari pipis kita sendiri!
 

Sekelompok ilmuwan dari University of Bath, Inggris, mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan baterai fuel cell bertenaga kencing. Baterai tersebut dapat dipakai untuk berbagai peralatan elektronik, termasuk ponsel.

"Sel bahan bakar dari mirkoba dapat memainkan peran penting untuk menghadapi tiga tantangan energi terbarukan, yaitu keamanan, keterjangkauan, dan ramah lingkungan," tukas Dr. Mirella Di Lorenzo, ketua penelitian tersebut. Ia mengatakan, jika manusia bisa mengubah limbah mereka menjadi energi, maka hal itu akan merevolusi teknologi pengembangan energi.

Baterai yang berukuran sekecil uang logam tersebut bisa dibuat hanya dengan biaya Rp 19.000 hingga Rp 69.000. Dr. Di Lorenzo mengatakan, baterai tersebut memanfaatkan proses biologis bakteri 'elektrik' untuk mengubah bahan organik, seperti urin, menjadi tenaga listrik.

Prosesnya, urin akan mengalir melalui sel bahan bakar, lalu bereaksi terhadap bakteri yang akan memproduksi daya listrik. Para peneliti mengatakan, daya listrik tersebut dapat digunakan langsung untuk menyalakan peralatan elektronik atau disimpan.

Tidak main-main, baterai tersebut mempunyai daya sebesar 2 Watt per meter kubik. Artinya, 'baterai pipis' tersebut dapat dipakai untuk menyalakan ponsel tanpa batas waktu tertentu.

Meski tenaga yang dihasilkan tidak sebanding dengan energi alternatif dari hidrogen atau tenaga matahari, baterai bertenaga kencing ini memiliki keunggulan dibanding keduanya. Utamanya, ukurannya yang kecil dan rendahnya biaya produksi. | Huffington Post

back to top