Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Di masa depan, hp-mu bisa deteksi kapan kita tertular penyakit

Di masa depan, hp-mu bisa deteksi kapan kita tertular penyakit
KoPi| Smartphone telah menjadi bagian dari hidup kita. Bahkan, sekarang timbul masalah baru karena semua gerak-gerik kita bisa terlacak melalui perangkat pintar tersebut. Kecanggihan smartphone dalam melacak gerak-gerik kita ternyata tidak hanya bisa digunakan untuk memata-matai, namun juga untuk mendeteksi penyakit.
 

Dr. Allison Aiello, ahli penyakit epidemik dari University of North Carolina, baru-baru ini mempublikasikan penelitian yang menunjukkan bahwa data smartphone dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang yang terkena flu. Di negara-negara sub-tropis, penyakit flu menjadi penyakit mematikan dan membunuh ribuan orang setiap tahun.

Seperti dilaporkan Huffington Post, pada tahun 2013, Aiello memberikan smartphone pada 103 mahasiswa di enam asrama di University of Michigan. Smartphone tersebut dilengkapi aplikasi yang mampu merekam kapan mereka saling berdekatan. Para mahasiswa tersebut juga diminta mengisi survei online tiap minggu untuk melaporkan segala aktivitas kesehatan, interaksi sosial, dan gejala-gejala flu. Mahasiswa yang menderita gejala flu juga akan dites untuk mendeteksi virus di dalam tubuh mereka.

Dengan menggunakan analisa statistik, mereka mampu mengidentifikasi siapa yang melakukan kontak dengan penderita flu. Para peneliti juga mampu memonitor berapa lama waktu yang diperlukan seseorang untuk sembuh dari flu. |Huffington Post|

back to top