Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Di Jatim 2000 orang tewas akibat AIDS

Di Jatim 2000 orang tewas akibat AIDS
Surabaya - KoPi | Virus HIV tidak pandang bulu dalam memilih korbannya. Dulu virus tersebut sering disebut menyerang para pecandu narkotika dan pelaku seks bebas. Namun, kini banyak ibu rumah tangga dan bahkan anak-anak di bawah umur yang teridentifikasi mengidap virus HIV.
 

"HIV sekarang tidak hanya menimpa remaja dan orang dewasa saja, anak-anak juga banyak yang positif HIV," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr Harsono.

Berdasarkan data Dinkes Jatim, penderita HIV/AIDS Jatim pada tahun 2014 mencapai 26.235 jiwa. Dari angka tersebut, 10.184 orang sudah dinyatakan positif AIDS. Penderita AIDS terbanyak berada di Kota Surabaya, yaitu 2.030 kasus. Sedangkan kematian akibat AIDS pada 2014 sebanyak 109 orang.

Harsono mengatakan masyarakat masih banyak yang belum sadar tentang gaya hidup sehat, sehingga rentan tertular HIV. Ia menyatakan hal itu terlihat dari data jenis pekerjaan penderita HIV/AIDS. Penderita HIV/AIDS terbanyak berasal dari profesi wiraswasta (17,75%) dan ibu rumah tangga (17,24%). Mayoritas faktor penularan berasal dari hubungan seks. 

Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang baik. Ibu rumah tangga tertular HIV/AIDS setelah berhubungan seks dengan suaminya yang mengidap HIV/AIDS dari hubungan dengan pekerja seks komersial. Virus tersebut lalu menurun ke anak yang lahir.

Persentase penularan HIV/AIDS lebih banyak terjadi di golongan heteroseksual. Kasus kematian akibat HIV/AIDS terbanyak juga dialami golongan heteroseksual, mencapai 2.292 orang. "Heteroseksual memang angkanya tertinggi. Hal ini disebabkan karena sering gonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual," ujar Harsono.

back to top