Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Di Jatim 2000 orang tewas akibat AIDS

Di Jatim 2000 orang tewas akibat AIDS
Surabaya - KoPi | Virus HIV tidak pandang bulu dalam memilih korbannya. Dulu virus tersebut sering disebut menyerang para pecandu narkotika dan pelaku seks bebas. Namun, kini banyak ibu rumah tangga dan bahkan anak-anak di bawah umur yang teridentifikasi mengidap virus HIV.
 

"HIV sekarang tidak hanya menimpa remaja dan orang dewasa saja, anak-anak juga banyak yang positif HIV," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr Harsono.

Berdasarkan data Dinkes Jatim, penderita HIV/AIDS Jatim pada tahun 2014 mencapai 26.235 jiwa. Dari angka tersebut, 10.184 orang sudah dinyatakan positif AIDS. Penderita AIDS terbanyak berada di Kota Surabaya, yaitu 2.030 kasus. Sedangkan kematian akibat AIDS pada 2014 sebanyak 109 orang.

Harsono mengatakan masyarakat masih banyak yang belum sadar tentang gaya hidup sehat, sehingga rentan tertular HIV. Ia menyatakan hal itu terlihat dari data jenis pekerjaan penderita HIV/AIDS. Penderita HIV/AIDS terbanyak berasal dari profesi wiraswasta (17,75%) dan ibu rumah tangga (17,24%). Mayoritas faktor penularan berasal dari hubungan seks. 

Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang baik. Ibu rumah tangga tertular HIV/AIDS setelah berhubungan seks dengan suaminya yang mengidap HIV/AIDS dari hubungan dengan pekerja seks komersial. Virus tersebut lalu menurun ke anak yang lahir.

Persentase penularan HIV/AIDS lebih banyak terjadi di golongan heteroseksual. Kasus kematian akibat HIV/AIDS terbanyak juga dialami golongan heteroseksual, mencapai 2.292 orang. "Heteroseksual memang angkanya tertinggi. Hal ini disebabkan karena sering gonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual," ujar Harsono.

back to top