Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Depresi, kecemasan meradang di berbagai negara

Depresi, kecemasan meradang di berbagai negara

Vienna-KoPi, Sebuah peningkatan dramatis dalam jumlah kasus gangguan emosional sebagaimana yang telah diamati di beberapa negara industri, seorang ahli Jerman mengatakan Kamis (25/4).

Gangguan depresi dan kecemasan sedang berkembang dan mengalami perubahan signifikan dalam tujuan pribadi dan tujuan masyarakat yang lebih luas, kata Presiden German Society of Psychology, Juergen Margraf seperti dikutip oleh surat kabar Wiener Zeitung.


Margraf, juga seorang profesor di Universitas Ruhr Bochum, menunjuk ke "data yang spektakuler" untuk menunjukkan perubahan di beberapa daerah di dunia, berikut observasi mengenai peningkatan narsisme, yang terlihat melalui hal-hal seperti lagu-lagu pop yang semakin menggunakan kata-kata "aku,  ku dan milikku" dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.


Hal ini diwujudkan dalam langkah masyarakat yang lebih luas dari tujuan internal ke eksternal, seperti peningkatan nilai yang ditempatkan pada status dan uang dan kurangnya hubungan sesama dan pencarian makna, ia mengatakan saat pertemuan Austria Psychological Society di Wina.


Margraf mengatakan emosi positif sangat penting bagi kesejahteraan mental, dan dapat menyebabkan harapan hidup meningkat hingga 10 tahun. Sehingga setiap orang perlu kegiatan positif setiap hari, katanya, menambahkan bahwa perasaan positif harus mengalami setidaknya tiga kali lebih banyak dari perasaan negatif setiap harinya.


Jika itu tidak terjadi, kemungkinan untuk tenggelam dalam depresi meningkat pesat. Peningkatan besar dalam penggunaan obat farmasi terhadap kecemasan dan depresi tidak bisa membawa perubahan yang tetap dengan situasi saat ini, katanya.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanet

back to top