Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Depresi, kecemasan meradang di berbagai negara

Depresi, kecemasan meradang di berbagai negara

Vienna-KoPi, Sebuah peningkatan dramatis dalam jumlah kasus gangguan emosional sebagaimana yang telah diamati di beberapa negara industri, seorang ahli Jerman mengatakan Kamis (25/4).

Gangguan depresi dan kecemasan sedang berkembang dan mengalami perubahan signifikan dalam tujuan pribadi dan tujuan masyarakat yang lebih luas, kata Presiden German Society of Psychology, Juergen Margraf seperti dikutip oleh surat kabar Wiener Zeitung.


Margraf, juga seorang profesor di Universitas Ruhr Bochum, menunjuk ke "data yang spektakuler" untuk menunjukkan perubahan di beberapa daerah di dunia, berikut observasi mengenai peningkatan narsisme, yang terlihat melalui hal-hal seperti lagu-lagu pop yang semakin menggunakan kata-kata "aku,  ku dan milikku" dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.


Hal ini diwujudkan dalam langkah masyarakat yang lebih luas dari tujuan internal ke eksternal, seperti peningkatan nilai yang ditempatkan pada status dan uang dan kurangnya hubungan sesama dan pencarian makna, ia mengatakan saat pertemuan Austria Psychological Society di Wina.


Margraf mengatakan emosi positif sangat penting bagi kesejahteraan mental, dan dapat menyebabkan harapan hidup meningkat hingga 10 tahun. Sehingga setiap orang perlu kegiatan positif setiap hari, katanya, menambahkan bahwa perasaan positif harus mengalami setidaknya tiga kali lebih banyak dari perasaan negatif setiap harinya.


Jika itu tidak terjadi, kemungkinan untuk tenggelam dalam depresi meningkat pesat. Peningkatan besar dalam penggunaan obat farmasi terhadap kecemasan dan depresi tidak bisa membawa perubahan yang tetap dengan situasi saat ini, katanya.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanet

back to top