Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Depresi, kecemasan meradang di berbagai negara

Depresi, kecemasan meradang di berbagai negara

Vienna-KoPi, Sebuah peningkatan dramatis dalam jumlah kasus gangguan emosional sebagaimana yang telah diamati di beberapa negara industri, seorang ahli Jerman mengatakan Kamis (25/4).

Gangguan depresi dan kecemasan sedang berkembang dan mengalami perubahan signifikan dalam tujuan pribadi dan tujuan masyarakat yang lebih luas, kata Presiden German Society of Psychology, Juergen Margraf seperti dikutip oleh surat kabar Wiener Zeitung.


Margraf, juga seorang profesor di Universitas Ruhr Bochum, menunjuk ke "data yang spektakuler" untuk menunjukkan perubahan di beberapa daerah di dunia, berikut observasi mengenai peningkatan narsisme, yang terlihat melalui hal-hal seperti lagu-lagu pop yang semakin menggunakan kata-kata "aku,  ku dan milikku" dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.


Hal ini diwujudkan dalam langkah masyarakat yang lebih luas dari tujuan internal ke eksternal, seperti peningkatan nilai yang ditempatkan pada status dan uang dan kurangnya hubungan sesama dan pencarian makna, ia mengatakan saat pertemuan Austria Psychological Society di Wina.


Margraf mengatakan emosi positif sangat penting bagi kesejahteraan mental, dan dapat menyebabkan harapan hidup meningkat hingga 10 tahun. Sehingga setiap orang perlu kegiatan positif setiap hari, katanya, menambahkan bahwa perasaan positif harus mengalami setidaknya tiga kali lebih banyak dari perasaan negatif setiap harinya.


Jika itu tidak terjadi, kemungkinan untuk tenggelam dalam depresi meningkat pesat. Peningkatan besar dalam penggunaan obat farmasi terhadap kecemasan dan depresi tidak bisa membawa perubahan yang tetap dengan situasi saat ini, katanya.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanet

back to top