Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

'Kartun Muhammad' akan diajarkan di sekolah

'Kartun Muhammad' akan diajarkan di sekolah

Denmark-KoPi| Sebuah proposal baru meminta sekolah memasukan kasus penembakan Charlie Hebdo dan Kartun Islam Nabi Muhammad dalam mata pelajaran. Dilansir dari Washington Post, pemimpin oposisi negara itu sepakat kartun kontroversial pertama yang dicetak di surat kabar Jyllands-Posten akan muncul di buku pelajaran sekolah. 

Kedua Partai, baik partai Konservatif maupun Partai Rakyat Denmark Rakyat telah menyuarakan dukungan mereka terhadap gagasan itu.

"Ini hal yang lumrah ketika kartun menjadi bagian dari materi. Dan guru dapat memilih untuk menggunakannya," kata Mai Mercado juru bicara Partai Konservatif Rakyat.

Surat kabar Jyllands-Posten sendiri sejak awal kemunculannya memicu kontroversi pada bulan September 2005. Setelah menerbitkan serangkaian 12 kartun Nabi Muhammad termasuk satu gambar yang cukup kontroversial yang menunjukkan nabi memakai bom di tempat sorban.

Kartun tersebut justru menginspirasi banyak seniman - termasuk beberapa pekerja di Charlie Hebdo - menggambar kartun Mohammad ala mereka sendiri. Akibatnya surat kabar mendapat cercaan termasuk ancaman pembunuhan.

Terkait pengajarannya nanti guru bebas memilih mau atau tidak mencetak ulang kartun dalam buku. Sebagai ajaran dalam sejarah kelas. Partai Rakyat Denmark percaya ajaran kartun harus wajib dan harus menjadi bagian dari studi agama.

Menurut laporan banyak lembaga kursus Denmark menggunakan kartun pada jenjang sekolah menengah, meskipun tidak wajib.

Namun presiden Asosiasi guru Sejarah dan Ilmu Sosial Denmark, Dennis Hornhave Jacobsen mengatakan mengajar kartun di kelas adalah ide yang buruk. "Itu bisa mengakhiri diskusi yang nyata, untuk kebebasan berekspresi, karena anak-anak di sekolah-sekolah hanya berhenti pada objek Muhammad yang menyenangkan dan diskusi akan berhenti di situ. "

Selain itu, Asosiasi Kepala Sekolah Denmark Claus Hjortdal mengatakan kepada BBC bahwa dia percaya penerbitan gambar akan menyebabkan bullying.
|foxnews.com|Winda Efanur FS|

back to top