Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Demonstrasi Mengutuk Premanisme Kematian Ikhwanudin

Demonstrasi Mengutuk Premanisme Kematian Ikhwanudin

Yogyakarta-KoPi. Front Aksi Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga menggelar aksi demonstrasi di pertigaan KFC Jl. Solo sekitar pukul 10.00 Wib tadi. Aksi ini menuntut pertanggung jawaban atas meninggalnya mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Muhammad Ikhwanudin pada tragedi Minggu 12 Oktober yang lalu.

Menurut koordinator aksi Saiful Ansori kronologi terbunuhnya Muhammad Ikhwanudin berawal dari niat Muhammad untuk menonton pertandingan bola menggunakan kereta Pramek menuju Solo. Tetapi nasib naas mengenai dirinya. Ketika memutuskan ikut pulang bersama supporter Lanus (Laskar Nusambangan) itu sekelompok orang tak dikenal menyerang bus.

Hal serupa juga disampaikan oleh korban selamat Basuki, sewaktu pulang bus mereka diserang secara brutal.

“Perjalanan habis nonton bola PSCS (Cilacap) melawan Persis (Solo). Kita pulang lewat Prambanan. Lewat Prambanan ada perasaan sudah tidak enak. Sampai di Polsek Kalasan sudah ada motor membuntuti bus akhirnya di depan Bandara Adisucipto, Yogyakarta mereka mengepung, melemparin batu-batu. Saya yang duduk paling depan reflek menghindar ke belakang. Sayangnya Ikhwanudin terjebak ditempat, lansung diseret keluar dipukuli lalu ditusuk di bagian dada. Mereka memakai jaket hijau dengan penutup muka, kemungkinan besar para BCS Sleman”, papar Basuki.

Untuk tindak lanjut kasus ini, disaat yang bersamaan tengah diadakan sidang di Polres Sleman yang telah menetapkan 8 orang tersangka.

Dari pihak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga meminta agar proses hukum berjalan lancar dan pelaku dijerat hukum seadil-adilnya.

Reporter : Winda Efanur FS

 

 

back to top