Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Demonstrasi Mengutuk Premanisme Kematian Ikhwanudin

Demonstrasi Mengutuk Premanisme Kematian Ikhwanudin

Yogyakarta-KoPi. Front Aksi Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga menggelar aksi demonstrasi di pertigaan KFC Jl. Solo sekitar pukul 10.00 Wib tadi. Aksi ini menuntut pertanggung jawaban atas meninggalnya mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Muhammad Ikhwanudin pada tragedi Minggu 12 Oktober yang lalu.

Menurut koordinator aksi Saiful Ansori kronologi terbunuhnya Muhammad Ikhwanudin berawal dari niat Muhammad untuk menonton pertandingan bola menggunakan kereta Pramek menuju Solo. Tetapi nasib naas mengenai dirinya. Ketika memutuskan ikut pulang bersama supporter Lanus (Laskar Nusambangan) itu sekelompok orang tak dikenal menyerang bus.

Hal serupa juga disampaikan oleh korban selamat Basuki, sewaktu pulang bus mereka diserang secara brutal.

“Perjalanan habis nonton bola PSCS (Cilacap) melawan Persis (Solo). Kita pulang lewat Prambanan. Lewat Prambanan ada perasaan sudah tidak enak. Sampai di Polsek Kalasan sudah ada motor membuntuti bus akhirnya di depan Bandara Adisucipto, Yogyakarta mereka mengepung, melemparin batu-batu. Saya yang duduk paling depan reflek menghindar ke belakang. Sayangnya Ikhwanudin terjebak ditempat, lansung diseret keluar dipukuli lalu ditusuk di bagian dada. Mereka memakai jaket hijau dengan penutup muka, kemungkinan besar para BCS Sleman”, papar Basuki.

Untuk tindak lanjut kasus ini, disaat yang bersamaan tengah diadakan sidang di Polres Sleman yang telah menetapkan 8 orang tersangka.

Dari pihak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga meminta agar proses hukum berjalan lancar dan pelaku dijerat hukum seadil-adilnya.

Reporter : Winda Efanur FS

 

 

back to top