Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Demonstrasi Mengutuk Premanisme Kematian Ikhwanudin

Demonstrasi Mengutuk Premanisme Kematian Ikhwanudin

Yogyakarta-KoPi. Front Aksi Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga menggelar aksi demonstrasi di pertigaan KFC Jl. Solo sekitar pukul 10.00 Wib tadi. Aksi ini menuntut pertanggung jawaban atas meninggalnya mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Muhammad Ikhwanudin pada tragedi Minggu 12 Oktober yang lalu.

Menurut koordinator aksi Saiful Ansori kronologi terbunuhnya Muhammad Ikhwanudin berawal dari niat Muhammad untuk menonton pertandingan bola menggunakan kereta Pramek menuju Solo. Tetapi nasib naas mengenai dirinya. Ketika memutuskan ikut pulang bersama supporter Lanus (Laskar Nusambangan) itu sekelompok orang tak dikenal menyerang bus.

Hal serupa juga disampaikan oleh korban selamat Basuki, sewaktu pulang bus mereka diserang secara brutal.

“Perjalanan habis nonton bola PSCS (Cilacap) melawan Persis (Solo). Kita pulang lewat Prambanan. Lewat Prambanan ada perasaan sudah tidak enak. Sampai di Polsek Kalasan sudah ada motor membuntuti bus akhirnya di depan Bandara Adisucipto, Yogyakarta mereka mengepung, melemparin batu-batu. Saya yang duduk paling depan reflek menghindar ke belakang. Sayangnya Ikhwanudin terjebak ditempat, lansung diseret keluar dipukuli lalu ditusuk di bagian dada. Mereka memakai jaket hijau dengan penutup muka, kemungkinan besar para BCS Sleman”, papar Basuki.

Untuk tindak lanjut kasus ini, disaat yang bersamaan tengah diadakan sidang di Polres Sleman yang telah menetapkan 8 orang tersangka.

Dari pihak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga meminta agar proses hukum berjalan lancar dan pelaku dijerat hukum seadil-adilnya.

Reporter : Winda Efanur FS

 

 

back to top