Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Demonstran anti-Islam kepung masjid dengan karikatur dan senjata

Demonstran anti-Islam kepung masjid dengan karikatur dan senjata
KoPi | Lebih dari 200 orang melakukan protes anti-Islam di depan sebuah masjid di Arizona sambil membawa senjata dan karikatur Nabi Muhammad. Protes yang dilakukan pada hari Jumat (29/5) kemarin dilakukan terkait dengan aksi penembakan oleh dua orang bersenjata pada sebuah kontes karikatur Nabi Muhammad di Texas.
 

Protes yang dilangsungkan di depan Islamic Community Center, Phoenix, Arizona, tersebut diorganisir oleh veteran Perang Iraq. Mereka mengenakan kaos bertuliskan kecaman dan hinaan pada Islam serta melambaikan bendera Amerika. Mereka dihadang petugas anti huru-hara serta demonstran dari kelompok berlawanan yang menentang aksi mereka.

Penggerak aksi tersebut menyatakan protes tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan di Texas. Masid tersebut menjadi sasaran protes karena kedua penyerang bersenjata tersebut dikabarkan sering sholat di sana.

Beberapa orang yang mengikuti aksi tersebut terlihat mengenakan pakaian militer dan membawa senjata semi-otomatis. Sebagian lain membawa karikatur yang menghina Nabi Muhammad yang digambar pada event di Texas.

Akhir-akhir ini kelompok anti-Muslim semakin aktif di Amerika. Mereka membeli ruang iklan dan mengadakan aksi demonstrasi, serta menyebut Islam sebagai agama kekerasan.

Todd Green, profesor agama dari Luther College yang mendalami studi mengenai Islamophobia mengatakan aksi brutal Islamic State dan militan lain mewarnai anggapan orang Amerika terhadap Muslim.

"Hampir dua pertiga orang Amerika tidak mengenal seorang Muslim. Yang mereka tahu hanyalah ISIS, Al-Qaeda, dan Charile Hebdo," ungkap Green.

Council on American-Islamic Relations menyatakan bahwa aksi demonstrasi di Arizona adalah bagian dari 'epidemi sentimen anti-Islam'. Aksi mereka bukan lagi sekedar protes terhadap ekstremisme. "Jangan salah, mereka tidak ingin mengenyahkan ekstremis dari Amerika, mereka ingin mengenyahkan Islam dari Amerika," kata Imraan Siddiqi, perwakilan Council on American-Islamic Relation Arizona.

Meski masjid Arizona telah dipenuhi demonstran, kegiatan ibadah tetap tidak terganggu. Sholat Jumat rutin tetap digelar dan imam menyampaikan khotbah yang mengkritik aksi IS, Al-Qaeda, dan Boko Haram. Imam sholat Jumat juga mengingatkan jamaah untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan. | AP

back to top