Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Demonstran anti-Islam kepung masjid dengan karikatur dan senjata

Demonstran anti-Islam kepung masjid dengan karikatur dan senjata
KoPi | Lebih dari 200 orang melakukan protes anti-Islam di depan sebuah masjid di Arizona sambil membawa senjata dan karikatur Nabi Muhammad. Protes yang dilakukan pada hari Jumat (29/5) kemarin dilakukan terkait dengan aksi penembakan oleh dua orang bersenjata pada sebuah kontes karikatur Nabi Muhammad di Texas.
 

Protes yang dilangsungkan di depan Islamic Community Center, Phoenix, Arizona, tersebut diorganisir oleh veteran Perang Iraq. Mereka mengenakan kaos bertuliskan kecaman dan hinaan pada Islam serta melambaikan bendera Amerika. Mereka dihadang petugas anti huru-hara serta demonstran dari kelompok berlawanan yang menentang aksi mereka.

Penggerak aksi tersebut menyatakan protes tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan di Texas. Masid tersebut menjadi sasaran protes karena kedua penyerang bersenjata tersebut dikabarkan sering sholat di sana.

Beberapa orang yang mengikuti aksi tersebut terlihat mengenakan pakaian militer dan membawa senjata semi-otomatis. Sebagian lain membawa karikatur yang menghina Nabi Muhammad yang digambar pada event di Texas.

Akhir-akhir ini kelompok anti-Muslim semakin aktif di Amerika. Mereka membeli ruang iklan dan mengadakan aksi demonstrasi, serta menyebut Islam sebagai agama kekerasan.

Todd Green, profesor agama dari Luther College yang mendalami studi mengenai Islamophobia mengatakan aksi brutal Islamic State dan militan lain mewarnai anggapan orang Amerika terhadap Muslim.

"Hampir dua pertiga orang Amerika tidak mengenal seorang Muslim. Yang mereka tahu hanyalah ISIS, Al-Qaeda, dan Charile Hebdo," ungkap Green.

Council on American-Islamic Relations menyatakan bahwa aksi demonstrasi di Arizona adalah bagian dari 'epidemi sentimen anti-Islam'. Aksi mereka bukan lagi sekedar protes terhadap ekstremisme. "Jangan salah, mereka tidak ingin mengenyahkan ekstremis dari Amerika, mereka ingin mengenyahkan Islam dari Amerika," kata Imraan Siddiqi, perwakilan Council on American-Islamic Relation Arizona.

Meski masjid Arizona telah dipenuhi demonstran, kegiatan ibadah tetap tidak terganggu. Sholat Jumat rutin tetap digelar dan imam menyampaikan khotbah yang mengkritik aksi IS, Al-Qaeda, dan Boko Haram. Imam sholat Jumat juga mengingatkan jamaah untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan. | AP

back to top