Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Demonstran anti-Islam kepung masjid dengan karikatur dan senjata

Demonstran anti-Islam kepung masjid dengan karikatur dan senjata
KoPi | Lebih dari 200 orang melakukan protes anti-Islam di depan sebuah masjid di Arizona sambil membawa senjata dan karikatur Nabi Muhammad. Protes yang dilakukan pada hari Jumat (29/5) kemarin dilakukan terkait dengan aksi penembakan oleh dua orang bersenjata pada sebuah kontes karikatur Nabi Muhammad di Texas.
 

Protes yang dilangsungkan di depan Islamic Community Center, Phoenix, Arizona, tersebut diorganisir oleh veteran Perang Iraq. Mereka mengenakan kaos bertuliskan kecaman dan hinaan pada Islam serta melambaikan bendera Amerika. Mereka dihadang petugas anti huru-hara serta demonstran dari kelompok berlawanan yang menentang aksi mereka.

Penggerak aksi tersebut menyatakan protes tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan di Texas. Masid tersebut menjadi sasaran protes karena kedua penyerang bersenjata tersebut dikabarkan sering sholat di sana.

Beberapa orang yang mengikuti aksi tersebut terlihat mengenakan pakaian militer dan membawa senjata semi-otomatis. Sebagian lain membawa karikatur yang menghina Nabi Muhammad yang digambar pada event di Texas.

Akhir-akhir ini kelompok anti-Muslim semakin aktif di Amerika. Mereka membeli ruang iklan dan mengadakan aksi demonstrasi, serta menyebut Islam sebagai agama kekerasan.

Todd Green, profesor agama dari Luther College yang mendalami studi mengenai Islamophobia mengatakan aksi brutal Islamic State dan militan lain mewarnai anggapan orang Amerika terhadap Muslim.

"Hampir dua pertiga orang Amerika tidak mengenal seorang Muslim. Yang mereka tahu hanyalah ISIS, Al-Qaeda, dan Charile Hebdo," ungkap Green.

Council on American-Islamic Relations menyatakan bahwa aksi demonstrasi di Arizona adalah bagian dari 'epidemi sentimen anti-Islam'. Aksi mereka bukan lagi sekedar protes terhadap ekstremisme. "Jangan salah, mereka tidak ingin mengenyahkan ekstremis dari Amerika, mereka ingin mengenyahkan Islam dari Amerika," kata Imraan Siddiqi, perwakilan Council on American-Islamic Relation Arizona.

Meski masjid Arizona telah dipenuhi demonstran, kegiatan ibadah tetap tidak terganggu. Sholat Jumat rutin tetap digelar dan imam menyampaikan khotbah yang mengkritik aksi IS, Al-Qaeda, dan Boko Haram. Imam sholat Jumat juga mengingatkan jamaah untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan. | AP

back to top