Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Demonstran anti-Islam kepung masjid dengan karikatur dan senjata

Demonstran anti-Islam kepung masjid dengan karikatur dan senjata
KoPi | Lebih dari 200 orang melakukan protes anti-Islam di depan sebuah masjid di Arizona sambil membawa senjata dan karikatur Nabi Muhammad. Protes yang dilakukan pada hari Jumat (29/5) kemarin dilakukan terkait dengan aksi penembakan oleh dua orang bersenjata pada sebuah kontes karikatur Nabi Muhammad di Texas.
 

Protes yang dilangsungkan di depan Islamic Community Center, Phoenix, Arizona, tersebut diorganisir oleh veteran Perang Iraq. Mereka mengenakan kaos bertuliskan kecaman dan hinaan pada Islam serta melambaikan bendera Amerika. Mereka dihadang petugas anti huru-hara serta demonstran dari kelompok berlawanan yang menentang aksi mereka.

Penggerak aksi tersebut menyatakan protes tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan di Texas. Masid tersebut menjadi sasaran protes karena kedua penyerang bersenjata tersebut dikabarkan sering sholat di sana.

Beberapa orang yang mengikuti aksi tersebut terlihat mengenakan pakaian militer dan membawa senjata semi-otomatis. Sebagian lain membawa karikatur yang menghina Nabi Muhammad yang digambar pada event di Texas.

Akhir-akhir ini kelompok anti-Muslim semakin aktif di Amerika. Mereka membeli ruang iklan dan mengadakan aksi demonstrasi, serta menyebut Islam sebagai agama kekerasan.

Todd Green, profesor agama dari Luther College yang mendalami studi mengenai Islamophobia mengatakan aksi brutal Islamic State dan militan lain mewarnai anggapan orang Amerika terhadap Muslim.

"Hampir dua pertiga orang Amerika tidak mengenal seorang Muslim. Yang mereka tahu hanyalah ISIS, Al-Qaeda, dan Charile Hebdo," ungkap Green.

Council on American-Islamic Relations menyatakan bahwa aksi demonstrasi di Arizona adalah bagian dari 'epidemi sentimen anti-Islam'. Aksi mereka bukan lagi sekedar protes terhadap ekstremisme. "Jangan salah, mereka tidak ingin mengenyahkan ekstremis dari Amerika, mereka ingin mengenyahkan Islam dari Amerika," kata Imraan Siddiqi, perwakilan Council on American-Islamic Relation Arizona.

Meski masjid Arizona telah dipenuhi demonstran, kegiatan ibadah tetap tidak terganggu. Sholat Jumat rutin tetap digelar dan imam menyampaikan khotbah yang mengkritik aksi IS, Al-Qaeda, dan Boko Haram. Imam sholat Jumat juga mengingatkan jamaah untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan. | AP

back to top