Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Demi pembelajaran IT, Disdikpora rela beli 'komputer' milyaran

pembicara : Diirektur Utama PT Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji pembicara : Diirektur Utama PT Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji

Jogjakarta-KoPi| Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY bekerjasama dengan Microsoft Internasional dan PT Eduspec Indonesia meluncurkan SMK IT Learning Center, bertempat di Balai teknologi- pukul 10.00 WIB.

Kemajuan digital meniscayakan proses pembalajaran berbasis digital, e-SABAK. Program ini bertujuan mengembangkan pendidikan berkualitas yang merata nondiskriminatif dan mewujudkan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan.  

“Yang jelas membawa anak-anak belajar dengan digital, sudah bukan jamannya buku. Anak jaman sekarang tidak membawa buku, karena e-SABAK, alat yang memuat materi pelajaran termasuk update kurikulum”, Direktur Utama PT Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji.

Indra menambahkan jaman digital ini tidak dimbangi dengan pembelajaran sekolah. Kendalanya pada SDM guru yang belum memahami dunia digital. E-sabac bisa diakses melalui on line maupun offline. Bahkan bisa mengakses daerah terpencil sekalipun.
Melalui e-SABAC diharapkan akan menaikan rangking pendidikan di Indonesia. Saat ini Indonesia menempati rangking 69 dari 70 negara. Selain itu terobosan sekaligus menjadi senjata awal menghadapi MEA.

Sementara Direktur Microsoft Internasional, Pascal menjelaskan, melalui SMK IT Learning Center, Microsoft ingin pelajar dan guru SMK memiliki keahlian setara dengan bangsa lain, yang dibuktikan melalui sertifikat yang dikeluarkan. “Ujian, pelatihan dan sertifikasi yang kami berikan berlaku di seluruh dunia,” kata Pascal.  

Eduspec Indonesia menyediakan perangkat keras yang terdiri dari troli penyimpan tablet, perlengkapan siswa dan guru, proyektor, wireless display, router, headset dan UPS. Sementara perangkat lunak yang disediakan antara lain; Intel Education Lab Camera, Intel Education Media Camera, SPARKvue, ArtRage, Fun With Construction, Kno, Foxit Reader, Insight dan Deep Freeze.

Namun di balik Satu set e-SABAK dibandrol dengan harga 1,2 miliar dengan target satu SMK bisa mengaplikasikannya.
Menurut kepala Dinas Teknologi, Disdikpora, Singgih Raharjo, tingginya harga e-SABAK tidak menjadi persoalan pasalnya sesuai dengan fungsinya.

“ Jadi kalau alat yag harus ada. Kita lebih menekankan bagaimana konten itu bisa diakses dengan alat apapun”, papar Singgih. |Winda Efanur FS|

back to top