Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Demi kota Trikit, Syiah dan Sunni bergabung

Demi kota Trikit, Syiah dan Sunni bergabung

Irak-KoPi|Pasukan Syiah dan Sunni Irak bergabung melawan ISIS. Mereka berjuang merebut kembali kota utara Trikit yang telah dikuasai oleh militan ISIS.Televisi Al-Iraqiya melaporkan pasukan melancarkan serangan jet udara ke wilayah kota.

Wilayah Tikrit, sekitar 80 km sebelah utara dari Baghdad dan Mosul jatuh ke tangan ISIS musim panas lalu. Kota yang memiliki populasi sekitar 260.000, kota sejarah lahiranya Saddam Hussein.

Kabar terjadinya serangan tersiar beberapa jam setelah Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi meminta pejuang suku Sunni untuk menyerang ISIS, meyakinkan Tikrit akan segera kembali.

Al-Abadi menawarkan Sunni "kesempatan terakhir", dan berjanji akan memberi mereka pengampunan saat konferensi pers di Samarra, 60 km sebelah utara dari Baghdad. Menurut pihak official ia tiba di Samarra untuk "mengawasi pembebasan Tikrit dari geng teroris."

"Saya menyerukan kepada orang-orang yang telah disesatkan atau melakukan kesalahan untuk meletakkan senjata dan bergabung dengan pasukan keamanan dalam rangka untuk membebaskan kota-kota mereka," kata al-Abadi.

Militer Irak sebelumnya melancarkan operasi pada akhir Juni untuk merebut kembali kendali Tikrit, namun terhenti. Serangan lain yang direncanakan oleh militer Irak berhasil digagalkan oleh ISIS. Padahal pasukan telah didukung oleh koalisi pimpinan AS.

Al-Abadi sempat berkomentar pedas tentang dua pihak di Irak. Seperti kepada loyalis Saddam Hussein, yang bergabung dengan ISIS. Pihak Sunni serta Sunni yang tidak puas dengan pemerintah yang dipimpin Syiah Baghdad.

Selain itu Al-Abadi berharap krisis perdamaian di Irak cepat tuntas. Semakin lama Irak menjadi negara pembantaian yang sadis. Menurut data Februari ini, kekerasan di Irak menewaskan sedikitnya 1.100 warga termasuk lebih dari 600 warga sipil. |foxnews.com |Winda Efanur FS|

back to top