Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Demi kota Trikit, Syiah dan Sunni bergabung

Demi kota Trikit, Syiah dan Sunni bergabung

Irak-KoPi|Pasukan Syiah dan Sunni Irak bergabung melawan ISIS. Mereka berjuang merebut kembali kota utara Trikit yang telah dikuasai oleh militan ISIS.Televisi Al-Iraqiya melaporkan pasukan melancarkan serangan jet udara ke wilayah kota.

Wilayah Tikrit, sekitar 80 km sebelah utara dari Baghdad dan Mosul jatuh ke tangan ISIS musim panas lalu. Kota yang memiliki populasi sekitar 260.000, kota sejarah lahiranya Saddam Hussein.

Kabar terjadinya serangan tersiar beberapa jam setelah Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi meminta pejuang suku Sunni untuk menyerang ISIS, meyakinkan Tikrit akan segera kembali.

Al-Abadi menawarkan Sunni "kesempatan terakhir", dan berjanji akan memberi mereka pengampunan saat konferensi pers di Samarra, 60 km sebelah utara dari Baghdad. Menurut pihak official ia tiba di Samarra untuk "mengawasi pembebasan Tikrit dari geng teroris."

"Saya menyerukan kepada orang-orang yang telah disesatkan atau melakukan kesalahan untuk meletakkan senjata dan bergabung dengan pasukan keamanan dalam rangka untuk membebaskan kota-kota mereka," kata al-Abadi.

Militer Irak sebelumnya melancarkan operasi pada akhir Juni untuk merebut kembali kendali Tikrit, namun terhenti. Serangan lain yang direncanakan oleh militer Irak berhasil digagalkan oleh ISIS. Padahal pasukan telah didukung oleh koalisi pimpinan AS.

Al-Abadi sempat berkomentar pedas tentang dua pihak di Irak. Seperti kepada loyalis Saddam Hussein, yang bergabung dengan ISIS. Pihak Sunni serta Sunni yang tidak puas dengan pemerintah yang dipimpin Syiah Baghdad.

Selain itu Al-Abadi berharap krisis perdamaian di Irak cepat tuntas. Semakin lama Irak menjadi negara pembantaian yang sadis. Menurut data Februari ini, kekerasan di Irak menewaskan sedikitnya 1.100 warga termasuk lebih dari 600 warga sipil. |foxnews.com |Winda Efanur FS|

back to top