Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Debus di tangan Desmond Mahesa

Debus di tangan Desmond Mahesa

Banten-KoPi | Desmond Mahesa, Ketua DPP Partai Gerindra, ternyata tidak semata mengurusi perkara hukum dan politik semata. Saat ini ia tengah menfasilitasi kesenian ‘debus’ asal Banten agar kembali terangkat ke permukaan. Melalui Padepokan Kandaka Banten, Desmon, mantan aktivis ’98 yang pernah menjadi korban penculikan ini, mencoba menampilkan sebuah pementasan teater musikal dalam konsep Debus in Harmony, Sabtu, (13/6).

Dalam konsep ini, debus tidak tampil sebagai awalnya, tetapi dipadu dengan seni yang lain dalam sebuah pertunjunkan teater. Menurutnya, meskipun ia merupakan Wakil Ketua Komisi III  DPRI, ia merasa punya tanggung jawab untuk ikut meletarikan kesenian khas Banten ini. Seni debus saat ini sudah jarang muncul dalam perhelatan kesenian, baik di Banten atau tempat lain. Untuk itu, harus ada yang mempelopori bangkitnya lagi kesenian unik ini.

“Kebanyakan mereka mengatakan tidak ada tempat (latihan), jadi kita membuat Padepokan Kandaka. Padepokan itulah yang mengadakan setiap kegiatan, saya sendiri hanya sebagai pembina. Operasionalnya ada Mas Didik, Lawi, dan Antonius”, paparnya.

Di dalam padepokan Kandaka berkumpul kesenian Banten seperti Ubruk dan Debus. Di dalamnya terdapat beberapa perguruan silat seperti Assyifa, dan Budi Luhur. Mereka biasa mengadakan latihan pada Sabtu-Minggu.
Mengenai pandangan mengangkat kesenian Debus ke taraf Internasional, Desmond memandang perlunya komitmen bersama untuk terus mengembangkan kesenian ini ke taraf lebih tinggi.  

“Komitmen bersama, saya memunyai tempat, dan mereka memunyai kegiatan, saya sebagai masyarakat Banten berkewajiban memfasilitasi mereka. Selain itu agar pentas ini menjadi ini pendapatan bagi mereka. Mereka bilang sama saya kalau tidak tersalurkan , para pesilat ini akan menjadi preman”, paparnya.

Menurut Desmond pementasan  teater debus yang disutradari Antonius Daryanto ini akan menjadi tontonan yang sangat menarik. Pasalnya, masyarakat tidak saja melihat tampilan debus semata, tetapi juga suguhan musik Banten yang telah diolah oleh Lawi secara khusus.

Hal ini juga untuk menangkis pandangan masyarakat tentang nihilnya musik khas Banten. Orang luar daerah cencerung bingung ketika mencari seni musik asli daerah Banten.

Debus in Harmony  ini juga sarat dengan syair bernafaskan Islam, terutama yang disadur dari syair dari Syeh Abdul Qodir Jailani.

Desmond berharap ke depan akan ada lagu-lagu atau musik khas Banten yang berpadu secara harmonis dengan debus. Sebuah seni inovatif yang menghibur dan tidak lagi terasa menyeramkan.

“Tidak ngeri, dengan keluarnya darah. Diinovasi agar debus tidak serem. Ke depan akan kita garap debus dengan musik format jazz. Perlu harmonisasi karena debus tarianya dengan golok ini,” pungkas Desmond.

 

back to top