Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Daya tarik pasar tradisional tetap tinggi

pic: taufik hidayat pic: taufik hidayat

Panas ramai bau kotor jorok becek yang terlintas dihatiku, pedagang pembeli beradu mulut tawar menawar barang disini. Sampah yang menumpuk ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Para anak jalanan dan dan orang miskin berkeliaran meminta sedekah orang-orang kikir, tukang ojek tukang parkir menimbulkan sakit di telinga. Begitulah sedikit gambaran pasar tradisional dari puisi Anna Theresia Irawan.

Puisi diatas menggambarkan kesemerautan pasar tradisional yang sering kita lihat di kebanyakan tempat. Namun, pemandangan seperti itu sudah tak terlihat lagi ketika mengunjungi Pasar Jaya Cibubur. Berlokasi di Jalan Lapangan Tembak Cibubur, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas - Jakarta Timur.

Meskipun banyak berdirinya mall-mall disekitar kita, namun daya tarik pasar tradisional tetaplah tak terkalahkan. Harga yang jauh berbeda dan bisa saling tawar menawar, itulah yang membuat minat masyarakat lebih banyak ke pasar tradisional.

Pasar ini diapit oleh  beberapa pasar diantaranya Pasar Munjul, Pasar Ciracas, Pasar Cijantung, Pasar Pal, dan Pasar Cisalak. Meski begitu Pasar Cibubur tetap ramai dikunjungi oleh para pembeli. Meski yang sering terbesit dibenak kita adalah pasar tradisional itu becek, kotor, bau, dan jorok. Akan tetapi itu dahulu, berbeda sekali dengan yang terlihat sekarang di pasar cibubur ini. 

Pasar yang beberapa tahun silam ini pernah direvitalisasi dengan melibatkan pihak swasta: PT Aneka Sumber Daya Energy. Sudah berubah menjadi pasar tradisional yang tertata rapih, bersih dan jauh dari kesan kumuh. Pasar ini terbagi menjadi tiga lantai yaitu lantai 1 ditempati penjual sayur mayur dan bahan makanan mentah lainya. Lantai 2 ditempati penjual pakaian dll, dan lantai 3 ditempati oleh penjual emas dan peralatan elektronik lainya. Semua sudah tertata dengan rapi tidak semrawut seperti dulu.

Pasar mulai dibuka hari Senin sampai Minggu dan beroperasi dari jam 02.30 - 19.00 WIB. “Kadang kalau malam hari sudah ada yang buka, tapi berjualannya di  pinggiran jalan raya. Mayoritas yang membuka dagangan malam hari yaitu pedagang sayur mayur”, ungkap Panjaitan si penjual kacang

“Pasar ini lumayan ramai ketika menjelang hari raya seperti iedul fitri, iedul adha dan setiap tanggal muda, juga setiap penjual masing-masing sudah mempunyai langgananya tersendiri”. lanjutnya.

Dari segi pengamanan disekitar pasar, sudah mulai tertib. Tidak seperti pasar-pasar yang biasanya. Pasar ini menggunakan ticketing yang dijaga oleh salah seorang karyawan pasar itu sendiri. Harga parkir sekitar Rp2.000,00. Ada juga seseorang yang menjajakan jasa menutup jok motor menggunakan kardus bekas agar tidak kepanasan setiap motor yang baru terparkir, lalu setelah pengguna motor selesai belanja dan mangambil motornya yang terparkir. Pengguna motor diharapkan untuk memberikan upah seihklasnya kepada salah seorang yang berjasa menutup jok menggunakan kardus.

Pasar tradisional ini merupakan milik Pemprov DKI Jakarta. Setiap penjual menyewa kios-kios yang tersedia, ada juga yang sudah menjadi hak milik sendiri. Tempatnya yang berada di pinggir Kali Cipinang membuat pemandangan yang indah. Meskipun terkadang mencium bau yang sangat menyengat, karena kurang nya pembersihan dari pemerintah dan masyarakat sekitar.

Agar pasar ini tetap terawat, tetap rapih dan bersih pasar dikelola oleh PD Pasar Jaya. Ada pengamanan yang menjaga 24 jam, pembersih sampah dll.

back to top