Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Dapat 1,4 M dari UU Desa, kepala desa masih takut

Dapat 1,4 M dari UU Desa, kepala desa masih takut

Jogjakarta-KoPi| Menteri Desa Marwan Jafar menyambut gembira implementasi UU Desa No. 6 tahun 2014. Menurut Marwan UU Desa No. 6 tahun 2014 hasil kerja keras semua elemen untuk membangun desa di Indonesia.

Ditemui saat menandatangani MoU kerjasama dengan UGM, Marwan telah menurunkan beberapa peraturan menteri guna melancarkan UU Desa No. 6 tahun 2014.

“Amanah dari UU Desa No. 6 tahun 2014 untuk membangun Indonesia dari desa atau daerah, dengan proses bottom up. Untuk itu kami menurunkan beberapa permen seperti permen tentang pembangunan desa, permen musyawarah desa. secara bertahap dana 1,4 M turun ke desa, totalnya dana seluruh desa sekitar 74 triliun”, paparnya.

Namun kegembiraan Marwan tidak disambut baik oleh kalangan kepala desa di Yogyakarta. Seperti ungkapan salah satu Kepala Desa Imogiri, Bantul. Dirinya merasa was-was dengan pengucuran dana 1,4 M ke desa.

“Adanya UU ini kami berharap desa kami semakin maju, tapi kami merasa khawatir dengan dana sebesar itu, kami memohon pendampingan”, keluhnya.

Dia juga menambahkan dirinya masih bingung tentang persoalan administrasi seperti perumusan APB Desa dan rencana pembangunan menengah desa. Hal senada juga disampaikan oleh kepala desa tertinggal, Mertelu, Gunungkidul, Tugiman. Dia meminta pihak Kemendes dan lembaganya membimbing desa dalam pelaksanaan UU Desa ini.

Namun menurut Dosen Sosiologi UGM, Ari Sujito pihak desa tidak selayaknya merasa khawatir. Pasalnya semua elemen pemerintah turut mendampingi mereka termasuk perguruan tinggi.

“Adanya program desa ini, kita terjemahkan bahwa arah pemerintah untuk kemandirian desa. Dengan dana sebesar itu tidak perlu curiga kepada desa. Arah dari program  pemerintah, desa bisa dipercaya. Dan intervensi Perguruan Tinggi  mobilisasi program ini ke desa.”|Winda Efanur FS|

back to top