Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Dana yang diberikan untuk Simfoni Keistimewaan menurun

Dana yang diberikan untuk Simfoni Keistimewaan menurun

Jogja-KoPi| Erlina Hidayati, Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Disbud DIY, mengatakan bahwa Simfoni Keistimewaan kali ini mendapatkan Dana Keistimewaan yang lebih rendah dari tahun kemarin, saat diwawancarai dalam Jumpa Pers Simfoni Keistimewaan, bertempat di Pendopo Disbud DIY, Selasa (14/2).

“Dana Keistimewaan yang kami dapatkan lebih rendah dari tahun kemarin. Saat ini kami mendapatkan 100 juta lebih sedikit untuk penyelenggaraan simfoni beserta semua persiapan dan pelatihan”, tambahnya.

Menurutnya, pengurangan Dana Keistimewaan dalam Simfoni Keistimewaan berdampak tidak adanya workshop dan pameran seperti tahun kemarin. Sehingga pada Simfoni Keistimewaan tahun ini tidak menggunakan workshop dan pameran yang dilakukan sebelum acara inti Simfoni.

“Simfoni Keistimewaan kali ini tidak mengadakan workshop dan pameran, dana keistimewaan yang dialokasikan tidak cukup untuk itu”, jelas Erlina Hidayati.

Pengurangan dana keistimewaan ini menurutnya dikarenakan pemerintah DIY sedang mengalokasikan dananya untuk pembangunan Bandara di Kulon Progo yang menjadi program utama saat ini. Sehingga, program dukungan lainnya seperti Simfoni Keistimewaan mengalami penurunan.

Di sisi lain, Dinas Kebudayaan DIY berharap, Simfoni Keistimewaan ini dapat menjadi agenda tahunan dengan Dana Keistimewaan. “Kami berharap Simfoni Keistimewaan menjadi agenda rutin tahunan dengan dana keistimewaan, bukan malah dihilangkan. Sebab, kesenian yang berkemabang di Jogja bukan hanya seni tradisi seperti wayang kulit, ketoprak, dan karawitan, tapi musik orkestra juga perlu diperhatikan,” harap Erlina Hidayati.

back to top