Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Dana yang diberikan untuk Simfoni Keistimewaan menurun

Dana yang diberikan untuk Simfoni Keistimewaan menurun

Jogja-KoPi| Erlina Hidayati, Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Disbud DIY, mengatakan bahwa Simfoni Keistimewaan kali ini mendapatkan Dana Keistimewaan yang lebih rendah dari tahun kemarin, saat diwawancarai dalam Jumpa Pers Simfoni Keistimewaan, bertempat di Pendopo Disbud DIY, Selasa (14/2).

“Dana Keistimewaan yang kami dapatkan lebih rendah dari tahun kemarin. Saat ini kami mendapatkan 100 juta lebih sedikit untuk penyelenggaraan simfoni beserta semua persiapan dan pelatihan”, tambahnya.

Menurutnya, pengurangan Dana Keistimewaan dalam Simfoni Keistimewaan berdampak tidak adanya workshop dan pameran seperti tahun kemarin. Sehingga pada Simfoni Keistimewaan tahun ini tidak menggunakan workshop dan pameran yang dilakukan sebelum acara inti Simfoni.

“Simfoni Keistimewaan kali ini tidak mengadakan workshop dan pameran, dana keistimewaan yang dialokasikan tidak cukup untuk itu”, jelas Erlina Hidayati.

Pengurangan dana keistimewaan ini menurutnya dikarenakan pemerintah DIY sedang mengalokasikan dananya untuk pembangunan Bandara di Kulon Progo yang menjadi program utama saat ini. Sehingga, program dukungan lainnya seperti Simfoni Keistimewaan mengalami penurunan.

Di sisi lain, Dinas Kebudayaan DIY berharap, Simfoni Keistimewaan ini dapat menjadi agenda tahunan dengan Dana Keistimewaan. “Kami berharap Simfoni Keistimewaan menjadi agenda rutin tahunan dengan dana keistimewaan, bukan malah dihilangkan. Sebab, kesenian yang berkemabang di Jogja bukan hanya seni tradisi seperti wayang kulit, ketoprak, dan karawitan, tapi musik orkestra juga perlu diperhatikan,” harap Erlina Hidayati.

back to top