Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Dana yang diberikan untuk Simfoni Keistimewaan menurun

Dana yang diberikan untuk Simfoni Keistimewaan menurun

Jogja-KoPi| Erlina Hidayati, Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Disbud DIY, mengatakan bahwa Simfoni Keistimewaan kali ini mendapatkan Dana Keistimewaan yang lebih rendah dari tahun kemarin, saat diwawancarai dalam Jumpa Pers Simfoni Keistimewaan, bertempat di Pendopo Disbud DIY, Selasa (14/2).

“Dana Keistimewaan yang kami dapatkan lebih rendah dari tahun kemarin. Saat ini kami mendapatkan 100 juta lebih sedikit untuk penyelenggaraan simfoni beserta semua persiapan dan pelatihan”, tambahnya.

Menurutnya, pengurangan Dana Keistimewaan dalam Simfoni Keistimewaan berdampak tidak adanya workshop dan pameran seperti tahun kemarin. Sehingga pada Simfoni Keistimewaan tahun ini tidak menggunakan workshop dan pameran yang dilakukan sebelum acara inti Simfoni.

“Simfoni Keistimewaan kali ini tidak mengadakan workshop dan pameran, dana keistimewaan yang dialokasikan tidak cukup untuk itu”, jelas Erlina Hidayati.

Pengurangan dana keistimewaan ini menurutnya dikarenakan pemerintah DIY sedang mengalokasikan dananya untuk pembangunan Bandara di Kulon Progo yang menjadi program utama saat ini. Sehingga, program dukungan lainnya seperti Simfoni Keistimewaan mengalami penurunan.

Di sisi lain, Dinas Kebudayaan DIY berharap, Simfoni Keistimewaan ini dapat menjadi agenda tahunan dengan Dana Keistimewaan. “Kami berharap Simfoni Keistimewaan menjadi agenda rutin tahunan dengan dana keistimewaan, bukan malah dihilangkan. Sebab, kesenian yang berkemabang di Jogja bukan hanya seni tradisi seperti wayang kulit, ketoprak, dan karawitan, tapi musik orkestra juga perlu diperhatikan,” harap Erlina Hidayati.

back to top