Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Dana Istimewa Jogja, bikin ketar ketir warga

Dana Istimewa Jogja, bikin ketar ketir warga

Pengucuran Danais Jogja tahun 2015 ini sekitar 1,3 T. Saat ini anggaran fantastis itu dikelola oleh dinas kebudayaan DIY. Banyak instansi berlomba-lomba mengajukan proposal ke Disbud. Tetapi bagi warga, Danais malah bikin ketar ketir karena curiga hanya dibuat sekedar bermain proyek.

Jogjakarta-KoPi| Seperti halnya Dishub yang telah mengambil jatah danais sekitar 1 M untuk menata kembali lalu lintas sepanjang Tugu Pal Putih hingga kraton. Mapping dari Dishub diharapkan untuk menghidupkan kembali filosofis Malioboro. Dinas Pariwisata pun juga mengambil Danais, salah satunya guna menggelar event film bertema kebudayaan Jogja.

Dinas Kepurbakalaan tak kalah sigap. Menurut abdi dalem Masjid Mataram Kotagede, Dwi, sejak Februari lalu sering dilakukan peninjauan komplek Masjid Mataram oleh pemda.

“Sekitar sebulan yang lalu Bupati Bantul, Sri Surya Widati turun ke lapangan langsung cek, bersama dari Dinas Kepurbakalaan. Dengar-dengar rencananya masjid akan direnovasi dibuat atap gantung seperti yang awal dulu. Yang bagian belakang, sisa-sisa pagar Kraton Mataram ini akan diperbaiki”, papar Dwi.

Pemanfaatan Danais yang besar begitu menggiurkan itu justru membuat ketar-ketir sebagian masyarakat. Dwi mengkhawatirkan Danais tersebut akan menjadi proyek semata. Menurutnya Danais harus dipergunakan sesuai undang-undang yang berlaku. Terutama untuk menjadikan Jogja benar-benar istimewa.

Hal serupa juga dikhawatirkan oleh RM. Cahyo bahwa danasis tersebut malah menjadi ajang rebutan oleh banyak pihak. “Adanya danais malah jadi rebutan, di sini harus adanya pengawasan penggunaan ”. ӀWinda Efanur FS

back to top