Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Dalam kendali tiga kuasa, Jokowi bukan Marhainis

Dalam kendali tiga kuasa, Jokowi bukan Marhainis

KoPi, Menjelang Pemilu Pilpres 2014 Jokowi santer menjadi sorotan publik. Sorotan terutama melihat siapa sebenarnya di balik kekuatan Jokowi dan agenda mereka. M Sembodo penulis yang membongkar gerakkan rahasia Pater Beek yang menjatuhkan Soekarno dan melambungkan Soeharto, menuturkan dalam artikelnya di Tikus Merah, bahwa Jokowi adalah ‘pilihan’ yang direstui oleh kekuatan Freemason (organisasi bawah tanah Yahudi) yang mengendalikan ideologi dan ekonomi dunia melalui sayap-sayap kendali mereka seperti Amerika dan sekutunya.

Agenda seting yang direstui adalah menjadikan Jokowi populer dan menjabat sebagai presiden 2014 mendatang. Untuk memuluskan jalan itu –pelbagai media besar di Indonesia baik cetak dan elektronik dikerahkan untuk membentuk opini publik dan menjadikan Jokowi sebagai bintang.

 

Ada tiga kelompok besa menurut Sembodo yang menjadi agen pendukung utama naiknya Jokowi. Pertama, adalah kelompok James Riyadi. Pengusaha ini sangat dekat dengan Partai Republik Amerika yang konservatif dan merupakan penagnut Kristen fundamentalis (Avengelis). James Riyadi adalah penyumbang dana kampanye mantan Presiden Amerika Goerge W Bush yang menyerukan perang salib 2011. James Riyadi ditengarai mendukung Jokowi sejak awal.


Kedua, adalah Jakob Soetoyo. Jakob adalah pengusaha yang punya pengaruh di kalangan Katholik dan menjadi ujung tombak bagi CSIS (Centre for Strategic and International Studies). CSIS diirikan oleh Ali Moertopo sebagai tangan kanan Soeharto. Saat ini CSIS dioperatori oleh Sofyan Wanandi dan Heri Tjan. Sementara Penggagas CSIS adalah Pater Beek yang memiliki visi tersendiri. Ricahard Tanter menuturkan “Visi [Pater] Beek pibadi atas peran Gereja, Gereja harus berperan dalam mengatur negara kemudian mengalokasikan orang-orang yang tepat untuk bekerja di dalam dan melalui negara.”)


Tiga, Faksi-faksi Partai Sosialis Indonesia , diantaranya Goenawan Muhamad dengan Tempo Group, JIL dan jaringannya. Jakob Oetomo dengan Kompas Group dan Fadjoel Rachman melalui jejaring media sosialnya. Kelompok ini juga sangat erat dengan Pater Beek. Demikian, M Sembodo memaparkan.


Dengan melihat tiga kekuatan komponen ini, mustahil Jokowi adalah seorang Marhenisme yang diajarkan Soekarno sebagai pendiri PNI cikal bakal PDIP.

back to top