Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Cochrane Indonesia meningkatkan penggunaan informasi medis terpercaya

 

New Picture 5

Sleman-K0PI| Sebagai salah satu langkah signifikan dalam perkembangan pelatihan dan penelitian kesehatan nasional, Cochrane Indonesia akan diresmikan pada  Senin, 5 Maret 2018 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

CEO global dari Cochrane, Mark Wilson, hadir dari London untuk bersama-sama dengan Direktur Cochrane Indonesia, Dr Detty Nurdiati, pada acara Dies Natalis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM ke 72 dalam rangka meresmikan pusat terbaru dari organisasi penelitian independen dan bergengsi ini di Asia Tenggara.

‘Cochrane Indonesia adalah bagian penting dari jaringan kami, yang saat ini memiliki lebih dari 38,000 anggota yang tersebar di 130 negara,’ ujar Mark Wilson. ‘Dan peresmian hari ini merupakan prestasi hasil kerja keras Dr Detty Nurdiati dan koleganya di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir.’

‘Sejak 2004, timnya telah berupaya meningkatkan peran dan dampak dari pelaksanaan kesehatan berbasis bukti dalam praktek sehari-hari, edukasi dan pelatihan, dan dalam pembentukan kebijakan publik – terutama dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Hari ini, kami mengakui semua kerja keras tersebut dan sangat berharap akan ada lebih banyak upaya bersama yang dapat kami lakukan untuk memastikan bahwa kesehatan berbasis bukti ada dalam tiap aspek penelitian, pelayanan dan kebijakan kesehatan di Indonesia.’

Dr Nurdiati menyambut baik tanggapan dari Mark Wilson tersebut dan menyoroti tentang meningkatnya kebutuhan terhadap ilmu kesehatan berbasis bukti yang relevan dan terkini dalam rangka menginformasikan para pembuat kebijakan dan penyedia layanan kesehatan.

‘Keberhasilan dari implementasi Jaminan Kesehatan Nasional ditunjang oleh adanya informasi berkualitas tinggi dan hadirnya orang-orang yang terampil dalam mengumpulkan, mensintesis dan menggunakan informasi tersebut. Dengan adanya Cochrane Indonesia, kita akan memiliki pengetahuan dan para ahli yang memadai untuk memenuhi kebutuhan ini,’ katanya.

‘Cochrane menghasilkan bukti ilmiah yang terpercaya yang dapat dijadikan standar dalam pelayanan kesehatan. Kegiatan ini tidak menerima bantuan komersial dan bebas dari konflik kepentingan lain. Informasi ini sudah digunakan dan dipercaya oleh banyak ahli, pemerintah, pembuat kebijakan dan organisasi besar diseluruh dunia, mulai dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga Wikipedia.

Dokter, perawat, peneliti dan profesional lain di bidang kesehatan yang bekerja di rumah sakit, perguruan tinggi dan klinik kesehatan baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia manapun menggunakan bukti dari Cochrane untuk mendukung keputusan medis, pembuatan kebijakan serta pedoman pelayanan kesehatan bagi pasien. Ini adalah informasi yang sangat penting bagi ilmu kesehatan masyarakat dan kedokteran modern.’

‘Kami memahami bahwa bergantung hanya pada satu penelitian saja, dapat menyebabkan kesalahan dalam pembuatan panduan praktek klinis atau pembentukan kebijakan kesehatan.

Memahami hal itu, Cochrane melakukan systematic reviews – sebuah ulasan/review komprehensif yang mempertimbangkan data dari sejumlah penelitian dari seluruh dunia. Kami mengumpulkan, menganalisis dan menyebarkan semua data ini sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan kebijakan dan pelayanan kesehatan yang efektif di Indonesia.’

Hingga sekarang, bukti dari Cochrane sudah digunakan untuk memperbaiki pelayanan bagi ibu hamil dan bayi melalui panduan kesehatan terbaru, sebagai contoh panduan ibu hamil dengan pre-eklampsia, informasi tentang suplementasi besi, dan edukasi bagi ibu menyusui di Indonesia.

Cochrane Indonesia bertujuan untuk lebih memperluas lagi pendekatan ilmu kesehatan berbasis bukti ini ke berbagai aspek kesehatan lainnya.

‘Kami akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menginformasikan kebijakan baru dan tentunya, kami akan terus melatih para klinisi, bidan dan tenaga medis lain baik dari generasi sekarang maupun selanjutnya dalam mengimplementasikan ilmu kesehatan berbasis bukti,’ kata Dr Nurdiati.

‘Kami juga akan mengartikan informasi-informasi berkualitas tinggi dari Cochrane ke dalam bahasa Indonesia, sehingga akan lebih banyak lagi klinisi, tenaga medis, jurnalis dan warga negara Indonesia yang dapat memperoleh akses terhadap informasi kesehatan yang mereka butuhkan dalam membuat keputusan medis.’

Professor Siti Setiati dari Universitas Indonesia menambahkan, ’Kami merasa senang dapat menjadi bagian dari program luar biasa ini demi terwujudnya informasi medis yang lebih mudah diakses bagi seluruh warga Indonesia. Bersama, kami akan berkontribusi untuk pelayanan medis yang lebih baik dalam skala nasional maupun internasional.’

Cochrane Indonesia berpartisipasi aktif dalam jaringan Cochrane Global yang menyatukan lebih dari 38,000 orang dari 130 negara. Cochrane menghasilkan bukti ilmiah yang terpercaya yang dapat dijadikan standar dalam pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini tidak menerima bantuan komersial dan bebas dari konflik kepentingan lain. Informasi dari Cochrane sudah digunakan dan dipercaya oleh para ahli, pemerintah, pemangku kebijakan dan organisasi besar di seluruh dunia, mulai dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga Wikipedia.

Dokter, perawat, peneliti dan para tenaga profesional di bidang kesehatan lain di rumah sakit, perguruan tinggi maupun klinik kesehatan masyarakat di Indonesia dan di seluruh dunia menggunakan bukti dari Cochrane untuk mendukung pengambilan keputusan medis, kebijakan dan panduan pelayanan klinis bagi pasien.

Kami memahami bahwa bergantung hanya pada satu penelitian saja, dapat menyebabkan kesalahan dalam pembuatan panduan praktek klinis atau pembentukan kebijakan kesehatan.

Memahami hal itu, Cochrane melakukan systematic reviews – sebuah ulasan/review komprehensif yang mempertimbangkan data dari sejumlah penelitian dari seluruh dunia. Fokus Cochrane adalah untuk menghasilkan informasi medis berkualitas tinggi yang dapat digunakan dalam praktek klinis sehari-hari dan turut mendukung dalam pembuatan kebijakan yang lebih baik.

Cochrane Indonesia

Sejak 2004, terdapat peningkatan dalam jumlah peneliti dan klinisi dari Indonesia yang memiliki ilmu dan keterampilan dalam melakukan systematic review. Tim yang berbasis di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia ini telah melakukan banyak pelatihan workshop systematic review dan sudah berkontribusi pada Cochrane dengan menghasilkan berbagai systematic review.

Tim Cochrane Indonesia akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menginformasikan kebijakan baru dan akan terus melatih para klinisi, bidan dan tenaga medis lain baik dari generasi sekarang maupun selanjutnya dalam mengimplementasikan ilmu kesehatan berbasis bukti. Ini adalah bagian dari serangkaian program berambisi tinggi untuk memberikan akses yang lebih mudah terhadap informasi kesehatan yang terpercaya bagi seluruh warga Indonesia.

Untuk mencapai tujuan itu, kami juga akan menerjemahkan informasi-informasi berkualitas tinggi dari Cochrane ke dalam bahasa Indonesia, sehingga akan lebih banyak lagi klinisi, tenaga medis, jurnalis dan warga negara Indonesia yang dapat memperoleh akses terhadap informasi kesehatan yang dibutuhkan dalam membuat keputusan medis. Bersama, kami akan saling berkontribusi demi pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Cochrane Reviews dipublikasikan secara daring dalam Cochrane Library di
www.cochranelibrary.com.

Cochrane Indonesia’s Associate Centre berlokasi di Universitas Gadjah Mada, dipimpin oleh Dr Detty Nurdiati selaku Direktur dan Dr Ova Emilia selaku wakil direktur.

Cochrane Indonesia’s Affiliate site berlokasi di Universitas Indonesia di Jakarta, dipimpin oleh Prof Siti Setiati Informasi lebih lanjut dapat dilihat di cochrane.org (Cochrane global) dan indonesia.cochrane.org (Cochrane Indonesia) atau ikuti kami di twitter @cochranecollab dan @CochraneIna.

back to top