Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Civitas akademika UGM melawan keras aksi terorisme di Indonesia.

Sleman-KoPi| Puluhan Civitas Akademika dan Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan sikap melawan keras aksi terorisme di NKRI. Sikap ini merespon dari aksi terorisme yang terjadi di Mako Brimob, beberapa gereja di Surabaya beberapa waktu lalu serta  serangan bom di Mapolres Surabaya, Senin pagi (14/5).
 
Para dosen dan civitas akademika UGM pun mengecam keras aksi terorisme tersebut yang telah menimbulkan korban jiwa, korban luka-luka, berbagai kerusakan, dan trauma di masyarakat. Sikap yang diambil UGM pun tertuang dalam sembilan sikap yang berisikan kecaman pada segala bentuk aksi terorisme.
 
"Berkaitan dengan serangan teroris pagi ini, kami para dosen UGM dengan ini mengecam sangat keras serangan teroris seperti halnya kami juga mengecam sangat keras setiap bentuk serangan teroris sebelumnya. Cukup sudah serangan terorisme di negeri ini. Kami para dosen UGM mengajak semua pihak untuk aktif mencegah dan melawan segala bentuk terorisme, dimulai dari lingkungan di sekitar kita," ujar Guru besar FISPOL UGM, Prof.Dr. Susetiawan, S.U di Balai Rung UGM.
 
Mewakili perkumpulan dosen UGM berintegritas, Susetiawan juga menyampaikan setidaknya ada 421 Dosen ikut bersimpatik pada korban terorisme dan ikut mengambil sikap melawan aksi terorisme. Pihaknya pun mendukung langkah pimpinan UGM untuk mengentaskan benih-benih terorisme di kalangan civitas UGM
 
"Kami mendukung pimpinan UGM untuk mencegah kampus dari benih-benih terorisme di semua kalangan civitas akademika. Kami juga mendukung pimpinan UGM untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih komprehensif, antara lain melalui pengembangan kurikulum anti terorisme, pro perdamaian, dan pluralisme," tambahnya.
 
Dari perwakilan pimpinan UGM, Prof. Dr. Ir Djagal Wiseso Marseno, M. Agr sebelumnya sudah melakukan satu kegiatan rapat terbatas untuk merespon aksi terorisme. Sembilan sikap tersebut adalah hasil rapat pimpinan UGM. Pihaknya juga mengungkapkan rasa keprihatinan dan bela sungkawa kepada korban aksi terorisme di Mako Brimob dan di Surabaya.
 
"Betul-betul kami merasa sangat prihatin dan mengecam keras situasi yang akhir-akhir ini berkembang Indonesia," imbuh Djagal.
 
Dari pihak Mahasiswa, Ketua pengurus Himpunan Mahasiswa pascasarjana UGM, Zaidan Zikri juga mendukung sikap dosen dan institusi yang mengecam aksi terorisme. Setidaknya ada tiga pernyataan sikap yang disampaikan olehnya sebagai bentuk perlawanan terhadap terorisme. 
 
Pertama, pihaknya mengutuk keras aksi pengeboman tindakan tersebut karena dinilai sebagai tindakan yang tidak manusiawi. Kedua,  Zikri mengharapkan jajaran polisi segera menangkap dan mengusut secara tuntas para pelaku dan aktor dibalik terjadinya tindakan pengeboman. Ketiga, Zikri mengajak setiap elemen bangsa terutama mahasiswa untuk bersatu melawan terorisme bersama-sama. 
 
"Mari kita menjaga keamanan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Terorisme,"pungkasnya.
back to top