Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Civitas akademika UGM melawan keras aksi terorisme di Indonesia.

Sleman-KoPi| Puluhan Civitas Akademika dan Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan sikap melawan keras aksi terorisme di NKRI. Sikap ini merespon dari aksi terorisme yang terjadi di Mako Brimob, beberapa gereja di Surabaya beberapa waktu lalu serta  serangan bom di Mapolres Surabaya, Senin pagi (14/5).
 
Para dosen dan civitas akademika UGM pun mengecam keras aksi terorisme tersebut yang telah menimbulkan korban jiwa, korban luka-luka, berbagai kerusakan, dan trauma di masyarakat. Sikap yang diambil UGM pun tertuang dalam sembilan sikap yang berisikan kecaman pada segala bentuk aksi terorisme.
 
"Berkaitan dengan serangan teroris pagi ini, kami para dosen UGM dengan ini mengecam sangat keras serangan teroris seperti halnya kami juga mengecam sangat keras setiap bentuk serangan teroris sebelumnya. Cukup sudah serangan terorisme di negeri ini. Kami para dosen UGM mengajak semua pihak untuk aktif mencegah dan melawan segala bentuk terorisme, dimulai dari lingkungan di sekitar kita," ujar Guru besar FISPOL UGM, Prof.Dr. Susetiawan, S.U di Balai Rung UGM.
 
Mewakili perkumpulan dosen UGM berintegritas, Susetiawan juga menyampaikan setidaknya ada 421 Dosen ikut bersimpatik pada korban terorisme dan ikut mengambil sikap melawan aksi terorisme. Pihaknya pun mendukung langkah pimpinan UGM untuk mengentaskan benih-benih terorisme di kalangan civitas UGM
 
"Kami mendukung pimpinan UGM untuk mencegah kampus dari benih-benih terorisme di semua kalangan civitas akademika. Kami juga mendukung pimpinan UGM untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih komprehensif, antara lain melalui pengembangan kurikulum anti terorisme, pro perdamaian, dan pluralisme," tambahnya.
 
Dari perwakilan pimpinan UGM, Prof. Dr. Ir Djagal Wiseso Marseno, M. Agr sebelumnya sudah melakukan satu kegiatan rapat terbatas untuk merespon aksi terorisme. Sembilan sikap tersebut adalah hasil rapat pimpinan UGM. Pihaknya juga mengungkapkan rasa keprihatinan dan bela sungkawa kepada korban aksi terorisme di Mako Brimob dan di Surabaya.
 
"Betul-betul kami merasa sangat prihatin dan mengecam keras situasi yang akhir-akhir ini berkembang Indonesia," imbuh Djagal.
 
Dari pihak Mahasiswa, Ketua pengurus Himpunan Mahasiswa pascasarjana UGM, Zaidan Zikri juga mendukung sikap dosen dan institusi yang mengecam aksi terorisme. Setidaknya ada tiga pernyataan sikap yang disampaikan olehnya sebagai bentuk perlawanan terhadap terorisme. 
 
Pertama, pihaknya mengutuk keras aksi pengeboman tindakan tersebut karena dinilai sebagai tindakan yang tidak manusiawi. Kedua,  Zikri mengharapkan jajaran polisi segera menangkap dan mengusut secara tuntas para pelaku dan aktor dibalik terjadinya tindakan pengeboman. Ketiga, Zikri mengajak setiap elemen bangsa terutama mahasiswa untuk bersatu melawan terorisme bersama-sama. 
 
"Mari kita menjaga keamanan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Terorisme,"pungkasnya.
back to top