Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Cintamu mengubah duniaku

Cintamu mengubah duniaku
Surabaya - KoPi | Cinta mungil bisa mengubah seseorang. Bahkan untuk seorang Nadia Wulan. Demi sang cinta mungilnya, Nadia yang tidak pernah menginjakkan kaki ke dapur rela bangun tengah malam untuk menyiapkan makanan khusus.
 

"Soalnya saya sering lihat ibu-ibu muda share makanan khusus buat baby mereka di Instagram. Saya lihat kok lucu-lucu. Jadi pengen nyoba," ujar mantan model ini.

Nadia mengaku, sebelumnya ia tak pernah sampai berpikir untuk belajar memasak. Apalagi bangun tengah malam atau pagi buta demi menyiapkan makanan untuk buah hatinya. "Tapi setelah jadi ibu, saya ikhlaskan itu semua demi anak saya. Senang kalau bisa lihat anak makan dengan lahap," katanya.

Bukan berarti ia tak mengalami kendala selama belajar jadi ibu. Beberapa kali masakannya gagal dan hasilnya tidak enak. "Kalau sudah seperti itu, biasanya si kecil pasti tidak mau. Saya cicipi ya memang tidak enak. Suami juga ikut komentar jika masakannya tidak enak," ujarnya sambil tertawa.

Nadia mengatakan, ia memutuskan jadi ibu menyusui sejak melahirkan. Ia tak ingin bergantung pada produk-produk instan yang berbahaya. "Saya melahirkan di RSIA Kendangsari dan langsung ditangani oleh dokter anak yang support sekali dengan ASI. Ditambah lagi orangtua dan suami juga mendukung," tukas alumni FISIP Universitas Airlangga ini.

back to top