Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Cintamu mengubah duniaku

Cintamu mengubah duniaku
Surabaya - KoPi | Cinta mungil bisa mengubah seseorang. Bahkan untuk seorang Nadia Wulan. Demi sang cinta mungilnya, Nadia yang tidak pernah menginjakkan kaki ke dapur rela bangun tengah malam untuk menyiapkan makanan khusus.
 

"Soalnya saya sering lihat ibu-ibu muda share makanan khusus buat baby mereka di Instagram. Saya lihat kok lucu-lucu. Jadi pengen nyoba," ujar mantan model ini.

Nadia mengaku, sebelumnya ia tak pernah sampai berpikir untuk belajar memasak. Apalagi bangun tengah malam atau pagi buta demi menyiapkan makanan untuk buah hatinya. "Tapi setelah jadi ibu, saya ikhlaskan itu semua demi anak saya. Senang kalau bisa lihat anak makan dengan lahap," katanya.

Bukan berarti ia tak mengalami kendala selama belajar jadi ibu. Beberapa kali masakannya gagal dan hasilnya tidak enak. "Kalau sudah seperti itu, biasanya si kecil pasti tidak mau. Saya cicipi ya memang tidak enak. Suami juga ikut komentar jika masakannya tidak enak," ujarnya sambil tertawa.

Nadia mengatakan, ia memutuskan jadi ibu menyusui sejak melahirkan. Ia tak ingin bergantung pada produk-produk instan yang berbahaya. "Saya melahirkan di RSIA Kendangsari dan langsung ditangani oleh dokter anak yang support sekali dengan ASI. Ditambah lagi orangtua dan suami juga mendukung," tukas alumni FISIP Universitas Airlangga ini.

back to top