Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Cintamu mengubah duniaku

Cintamu mengubah duniaku
Surabaya - KoPi | Cinta mungil bisa mengubah seseorang. Bahkan untuk seorang Nadia Wulan. Demi sang cinta mungilnya, Nadia yang tidak pernah menginjakkan kaki ke dapur rela bangun tengah malam untuk menyiapkan makanan khusus.
 

"Soalnya saya sering lihat ibu-ibu muda share makanan khusus buat baby mereka di Instagram. Saya lihat kok lucu-lucu. Jadi pengen nyoba," ujar mantan model ini.

Nadia mengaku, sebelumnya ia tak pernah sampai berpikir untuk belajar memasak. Apalagi bangun tengah malam atau pagi buta demi menyiapkan makanan untuk buah hatinya. "Tapi setelah jadi ibu, saya ikhlaskan itu semua demi anak saya. Senang kalau bisa lihat anak makan dengan lahap," katanya.

Bukan berarti ia tak mengalami kendala selama belajar jadi ibu. Beberapa kali masakannya gagal dan hasilnya tidak enak. "Kalau sudah seperti itu, biasanya si kecil pasti tidak mau. Saya cicipi ya memang tidak enak. Suami juga ikut komentar jika masakannya tidak enak," ujarnya sambil tertawa.

Nadia mengatakan, ia memutuskan jadi ibu menyusui sejak melahirkan. Ia tak ingin bergantung pada produk-produk instan yang berbahaya. "Saya melahirkan di RSIA Kendangsari dan langsung ditangani oleh dokter anak yang support sekali dengan ASI. Ditambah lagi orangtua dan suami juga mendukung," tukas alumni FISIP Universitas Airlangga ini.

back to top