Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Cina klaim rudal sebagai operasi 'tradisi' pertahanan

Cina klaim rudal sebagai operasi 'tradisi' pertahanan

KoPi| Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop memandang sengketa Laut Cina Selatan menjadi perhatian, setelah keterlibatan militer di sana. Hal itu diawali Cina dengan menempatkan rudalnya di salah satu pulau Laut Cina Selatan.

Secara terpisah Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan rudal untuk menjaga pulau Woody bagian rantai Paracel. Cina seolah menunjukan penguasaannya sebelum diklaim oleh Vietnam dan Taiwan.

Dalam kunjungannya ke Cina, Bishop mengangkat isu militerisasi Laut Cina Selatan. Penasehat Negara Yang Jiechi menyampaikan kepada Bishop setahun yang lalu, Cina tidak berniat melakukan militerisasi pulau-pulau.

"Dalam kasus hebohnya rudal, yang disengketakan oleh Cina. Kami mengangkat masalah ini dan kami sudah membicarakan tentang hal itu. Meski demikian, Cina tidak menyangkal kehairan rudal. Namun Cina belum memberikan keterangan maksud dari penempatan rudal tersebut." tambah Bishop.

Cina mengklaim paling berkepentingan dengan Laut Cina Selatan sebagai lalu lintas perdagangan global setiap tahun. Selain Cina, negara lain seperti Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina dan Taiwan mengklaim memiliki kekuasaan di Laut Cina Selatan.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina,Hong Lei, tidak menyangkal atau pun membenarkan soal rudal. Dia justru menegaskan fasilitas pertahanan sudah ditempatkan di pulau-pulau sejak dekade yang lalu.
|reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top