Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

CIA: Rusia membantu Donald Trump menjadi presiden

DREW ANGERER/GETTY IMAGES DREW ANGERER/GETTY IMAGES

KoPi| Harian Washington Post melaporkan Sabtu (10/12) bahwa CIA telah membuat kesimpulan Rusia melakukan intervensi dalam pemilu 2016 di AS. Rusia dituding terlibat membantu memenangkan Donald Trump sebagai presiden selain merusak kepercayaan sistem pemilu di AS.

CIA mengindetifikasi individu dengan koneksi ke pemerintahan Rusia dan memberikan bocoran dengan email yang telah diretas dari Komite Nasional Demokrat termasuk Ketua tim sukses Hillary Clinton.

Salah satu pejabat intelejen AS tersebut menjelaskan individu tersebut adalah aktor yang dikenal di antara jaringan intelejen.

''Ini adalah penilaian dari komunitas intelijen bahwa tujuan Rusia di sini adalah untuk mendukung Trump terpilih,''kata seorang pejabat senior AS setelah presentasi pihak intelejen di badan senat.
Sebelumnya pihak staf Obama telah melakukan perdebatan yang panjang menanggapi isu ini menyusul kekhawatiran meningkatnya ketegangan antara AS dan Rusia.

Ketua Senat dari Partai Republik Mitch McConnell (Kentucky menepis tuduhan itu di bulan September lalu.
Sementara itu Tim Transisi Trump menepis tuduhan itu dengan membuat pernyataan pers Jum'at malam.

"Ini sama halnya seperti orang mengatakan Saddam Husein memiliki senjata pemusnah massal. Pemilu sudah usai dengan satu kemenangan Electoral College terbesar dalam sejarah. Sekarang saatnya untuk bekerja dan 'Make America Great Again'," demikian pernyataan Tim Transisi Trump.

Trump secara konsisten menolak temuan intelijen tentang hacking Rusia tersebut.

''Saya tidak percaya mereka ikut campur dalam pemilu,"kata Trump pada majalah Time pekan ini.
"hacking, katanya, ''bisa Rusia dan bisa juga Cina. Dan itu juga bisa orang-orang di rumahnya di New Jersey." |Washington Post|Wahyu|

back to top