Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

China lebih suka buku dari pada koran

China lebih suka buku dari pada koran

Beijing-KoPi, Membaca buku menjadi semakin populer di kalangan orang dewasa Cina, tapi surat kabar dan majalah penikmatnya menjadi menurun, menurut hasil survei yang dirilis pada hari Senin (21/4).

Survei yang dilakukan dari bulan September oleh Chinese Academy of Pers and Publication, mengungkapkan bahwa sekitar 50,1 persen orang dewasa China membaca buku digital, naik 9,8 persen dari tahun lalu dan pertama kalinya angka ini telah melampaui 50 persen.

 

Sementara itu, mereka yang membaca surat kabar dan majalah, masing-masing turun 6,35 dan 1,05 dari tahun ke tahun.

 

"Berdasarkan peningkatan dan penurunan tersebut, orang-orang Cina pada umumnya telah membaca lebih dalam beberapa tahun terakhir ini," kata Xu Shengguo, seorang peneliti senior pada akademi tersebut.

 

Xu mengaitkan fenomena tersebut meningkat karena kesadaran perbaikan diri dengan membaca dan tuntutan budaya didorong oleh pembangunan sosial dan ekonomi.

 

Pendukung pandangan tersebut, 70,5 persen responden berpendapat bahwa membaca adalah "sangat" atau "relatif" penting untuk hidup dan perkembangan mereka, tetapi mereka yang belum membaca cukup banyak juga - terutama karena jadwal kerja yang sibuk,kebiasaan kurang membaca dan tidak suka membaca.

 

"Namun, kita harus mengakui bahwa volume membaca kita masih sedikit ketimbang di negara-negara seperti Perancis, Jepang dan Republik Korea," kata Xu.

 

Sementara itu, lebih dari 90 persen pembaca buku digital mengatakan mereka tidak akan membeli apa yang telah mereka baca secara digital dalam bentuk cetak - sebuah angka yang telah melonjak selama empat tahun berturut-turut dan menjadi tantangan bagi pemasaran media cetak, kata peneliti.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Xinhuanet

back to top