Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Chile jadi kampiun di rumah sendiri, Copa America catatkan sejarah

Para pemain Chile merayakan gelar juara. (Getty Images) Para pemain Chile merayakan gelar juara. (Getty Images)
KoPi | Tim tuan rumah Chile akhirnya memenangkan trofi besar pertama mereka setelah mengalahkan Argentina 4-1 melalui adu penalti di final Copa America pada Minggu (5/7) dinihari WIB di Estadio Nacional, Santiago, Chile.

Kedua tim langsung tampil terbuka sejak peluit kick-off babak pertama dibunyikan. Namun Chile bermain sangat defensif sehingga membuat Argentina kesulitan menyerang. Tak jarang para pemain bertahan Chile melakukan terjangan keras guna menghentikan manuver Lionel Messi dkk. Skor kacamata 0-0 menghiasi berakhirnya babak pertama.

Memasuki babak kedua, permainan kedua tim semakin terbuka. Keduanya berinisiatif untuk mencetak gol lebih dulu. Hingga menit 75, Chile memeroleh lima peluang sementara Argentina hanya memeroleh satu.

Kedua pelatih kemudian mencoba mengganti komposisi pemain. Pelatih Chile, Jorge Sampaoli memasukan Matias Fernandez menggantikan Jorge Valdivia sedangkan pelatih Argentina, Gerardo Martino menganti Aguero dengan Higuain serta Banega menggantikan Pastore.

Di ujung menit ke-90, kedua tim masing-masing memeroleh satu peluang. Namun sayang, Chile yang mendapat lewat Arturo Vidal serta Argentina lewat Gonzalo Higuain masih belum bisa memaksimalkan peluang tersebut.

Rapatnya barisan pertahanan masing-masing tim membuat babak kedua masih berakhir dengan skor kacamata. Begitu juga ketika laga dilanjutkan ke babak tambahan, masih tak ada gol yang tercipta, sehingga harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak adu penalti, tiga eksekutor Chile, Fernandez, Arturo Vidal, dan Aranguiz sukses menceploskan bola ke gawang Sergio Romero. Sedangkan dari tiga eksekutor pertama Argentina hanya Messi yang berhasil mencetak gol dari titik putih, dua lainnya Higuain dan Banega gagal.

Alexis Sanchez yang maju sebagai eksekutor keempat Chile pun sukses menunaikan tugasnya. Argentina tak perlu mengirim eksekutor keempat karena sudah pasti kalah. Publik Santiago pun bersorak. Chile menang adu penalti 4-1 sekaligus mencetak sejarah untuk pertama kalinya menjadi kampiun Copa America. Selamat, La Roja! | Aditya Wicaksana WP

back to top