Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Chairul Tanjung siap bangun fakultas wirausaha

Chairul Tanjung siap bangun fakultas wirausaha
Surabaya – KoPi | Chairul Tanjung berkeinginan mendirikan fakultas kewirausahaan yang mampu membentuk wirausahawan sesukses dirinya. Hal tersebut diungkapkan CT, panggilan Chairul, dalam jumpa pers pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kewirausahaan oleh Universitas Airlangga atas dirinya (17/4). Setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kewirausahaan oleh Universitas Airlangga, ia berencana segera merealisasikan rencana tersebut.
 

CT mengatakan, banyak pengusaha sukses di Indonesia. Mereka menjalankan bisnisnya selama puluhan tahun, sehingga mereka adalah orang yang paling tahu bagaimana ilmu entrepreneur. Namun selama ini mereka hanya mau membagi ilmunya kepada anak atau keluarganya. CT merasa terpanggil untuk membagikan ilmu entrepreneurship kepada masyarakat luas. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia.

Caranya adalah melalui pendidikan entrepreneurship di perguruan tinggi. Setelah ditunjuk sebagai Guru Besar, saat ini CT sedang berfokus untuk mengembangkan kurikulum fakultas entrepreneurship di Universitas Airlangga. Menurutnya, yang ia inginkan bukanlah sekolah bisnis, melainkan sekolah para pengusaha. 

“Nanti bukan untuk mengajarkan ilmu bisnis. Para lulusannya harus bisa punya bisnis yang sukses. Artinya nanti akan lebih banyak terapan daripada teorinya. Bahkan sejak masih jadi mahasiswa sudah ada praktek bisnis dan itu akan jadi dasar kelulusan,” terangnya. 

CT menyatakan saat ini Indonesia telah berhasil mendorong demam entrepreneurship. Dorongan tersebut dapat meningkatkan kemakmuran suatu bangsa. Namun ia mengingatkan bahwa sifat bisnis yang pragmatis, mencari untung sebesar-besarnya, harus diimbangi dengan idealisme serta tata norma.

“Negara yang paling maju entrepreneurshipnya kan Amerika. Tapi kita tidak bisa copy paste begitu saja cara mereka, karena mereka didasarkan liberalisme dan kapitalisme. Itu tidak cocok dengan Indonesia. Kita ambil dari segi pragmatismnya saja, tapi idealisme dan tata normanya dari Indonesia,” ungkap CT.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut mengatakan bahwa penunjukan CT sebagai guru besar sudah sesuai dengan UU No 12 Tahun 2012.

“Berdasarkan UU tersebut sumber ilmu tidak semata-mata didapat dari perguruan tinggi saja, tapi bisa dari mana pun. Lagipula pengalaman justru mampu mengajarkan lebih banyak daripada teori,” jelas Nuh.

 

back to top