Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

CBT, gebrakan baru di SBMPTN 2016

CBT, gebrakan baru di SBMPTN 2016
Surabaya–KoPi| Selain pengumuman tentang calon mahasiswa Bidikmisi yang bisa masuk melalui Jalur Mandiri, peluncuran SNMPTN 2016 juga membuat gebrakan baru. Untuk pertama kalinya pada SBMPTN 2016 ini akan menggunakan sistem computer based test (CBT).
 

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia SNMPTN dan SBMPTN 2016 memberi kesempatan calon mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi dengan model CBT," ujar Rektor Universitas Airlangga Prof. M. Nasih.

Namun, untuk SBMPTN 2016 kali ini, panitia pusat hanya membuka kesempatan untuk 10.000 calon mahasiswa saja. Hal itu karena masih terbatasnya fasilitas yang ada. "Kan tidak semua daerah bisa memfasilitasi pengadaan komputer untuk CBT. Selain itu, panitia pusat juga memperhatikan batas kemampuan sistem CBT ini, apakah servernya kuat atau tidak," jelas Prof. Nasih.

Prof. Nasih mengungkapkan, semua calon mahasiswa dari seluruh Indonesia bebas mendaftar, namun daya tampungnya terbatas. Untuk SBMPTN 2016 ini, panitia pusat memberikan kuota 70 persen pada SMA dengan akreditas A, 20 persen pada SMA akreditasi B, dan 10 persen pada SMA akreditasi C.

Prof. Nasih menjelaskan, metode CBT ini merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir kecurangan. Setiap peserta mendapat soal yang berbeda-beda, sehingga memperkecil adanya joki.

Untuk tempat pelaksanaan, Prof. Nasih mengatakan panitia masih melakukan evaluasi. Saat ini panitia pusat masih mendata perguruan tinggi mana saja yang sanggup menyediakan komputer untuk pelaksanaan CBT.

"Dari bincang-bincang kemarin, teman-teman di Malang sanggup menyediakan 1000 unit komputer. Kalau Unair sendiri sanggup menyediakan 500 unit komputer," cetusnya.

back to top