Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Canggih! Hacker bobol uang Rp 12 trilyun dari bank!

Canggih! Hacker bobol uang Rp 12 trilyun dari bank!
KoPi | Perusahaan jasa keamanan asal Rusia, Kaspersky Lab, melaporkan bahwa baru saja menemukan kasus peretasan (hacking) terhadap bank-bank di seluruh dunia. Para peretas tersebut tidak mencuri informasi, melainkan menggondol miliaran uang dari bank di 30 negara. Jumlahnya tidak main-main, US$ 1 miliar alias Rp 12 trilyun!
 

Kaspersky menyebutkan, kelompok hacker tersebut telah beroperasi sejak 2013. Mereka telah menyusup ke jaringan komputer di lebih dari 100 bank dari 30 negara. Mereka menggunakan metode yang beragam, salah satunya adalah phising (e-mail palsu). Para peretas tersebut kemudian mengamati sistem kerja bank tersebut, mengambil gambar (screenshot), bahkan video para karyawan yang menggunakan komputer.

Setelah para peretas memahami kerja bank tersebut, mereka mulai mencuri jutaan dollar uang tanpa menimbulkan kecurigaan. Misalnya, mengatur ATM agar mengeluarkan uang pada jam tertentu, atau membuat rekening palsu dan mentransfer uang ke situ.

Para peretas tersebut disebutkan membatasi aksi mereka dengan mencuri maksimal US$ 10 juta di satu bank. Setelah itu, mereka berpindah ke bank lain. Hal itu yang membuat aksi mereka tidak terdekteksi selama ini.

Vincente Diaz, kepala keamanan Kaspersky Lab menyebutkan para peretas ini tidak seperti peretas lazimnya. Mereka mengincar bank secara langsung, bukan nasabah. “Selain itu mereka lebih tertarik pada uang, bukan informasi. Mereka sangat fleksibel dan agresif, dan mau menggunakan alat apa saja untuk meraih hasil,” ungkapnya.

Diaz mengatakan, sebagian target para peretas tersebut adalah bank-bank di Amerika, Jerman, China, dan Ukraina. Namun ia memprediksi para bandit maya tersebut telah merambah ke bank-bank di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Kaspersky tidak merilis nama-nama bank yang menjadi korban para peretas tersebut. Mereka menyatakan sedang bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi kasus ini.

 

back to top