Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Canggih! Hacker bobol uang Rp 12 trilyun dari bank!

Canggih! Hacker bobol uang Rp 12 trilyun dari bank!
KoPi | Perusahaan jasa keamanan asal Rusia, Kaspersky Lab, melaporkan bahwa baru saja menemukan kasus peretasan (hacking) terhadap bank-bank di seluruh dunia. Para peretas tersebut tidak mencuri informasi, melainkan menggondol miliaran uang dari bank di 30 negara. Jumlahnya tidak main-main, US$ 1 miliar alias Rp 12 trilyun!
 

Kaspersky menyebutkan, kelompok hacker tersebut telah beroperasi sejak 2013. Mereka telah menyusup ke jaringan komputer di lebih dari 100 bank dari 30 negara. Mereka menggunakan metode yang beragam, salah satunya adalah phising (e-mail palsu). Para peretas tersebut kemudian mengamati sistem kerja bank tersebut, mengambil gambar (screenshot), bahkan video para karyawan yang menggunakan komputer.

Setelah para peretas memahami kerja bank tersebut, mereka mulai mencuri jutaan dollar uang tanpa menimbulkan kecurigaan. Misalnya, mengatur ATM agar mengeluarkan uang pada jam tertentu, atau membuat rekening palsu dan mentransfer uang ke situ.

Para peretas tersebut disebutkan membatasi aksi mereka dengan mencuri maksimal US$ 10 juta di satu bank. Setelah itu, mereka berpindah ke bank lain. Hal itu yang membuat aksi mereka tidak terdekteksi selama ini.

Vincente Diaz, kepala keamanan Kaspersky Lab menyebutkan para peretas ini tidak seperti peretas lazimnya. Mereka mengincar bank secara langsung, bukan nasabah. “Selain itu mereka lebih tertarik pada uang, bukan informasi. Mereka sangat fleksibel dan agresif, dan mau menggunakan alat apa saja untuk meraih hasil,” ungkapnya.

Diaz mengatakan, sebagian target para peretas tersebut adalah bank-bank di Amerika, Jerman, China, dan Ukraina. Namun ia memprediksi para bandit maya tersebut telah merambah ke bank-bank di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Kaspersky tidak merilis nama-nama bank yang menjadi korban para peretas tersebut. Mereka menyatakan sedang bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi kasus ini.

 

back to top