Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Canggih! Hacker bobol uang Rp 12 trilyun dari bank!

Canggih! Hacker bobol uang Rp 12 trilyun dari bank!
KoPi | Perusahaan jasa keamanan asal Rusia, Kaspersky Lab, melaporkan bahwa baru saja menemukan kasus peretasan (hacking) terhadap bank-bank di seluruh dunia. Para peretas tersebut tidak mencuri informasi, melainkan menggondol miliaran uang dari bank di 30 negara. Jumlahnya tidak main-main, US$ 1 miliar alias Rp 12 trilyun!
 

Kaspersky menyebutkan, kelompok hacker tersebut telah beroperasi sejak 2013. Mereka telah menyusup ke jaringan komputer di lebih dari 100 bank dari 30 negara. Mereka menggunakan metode yang beragam, salah satunya adalah phising (e-mail palsu). Para peretas tersebut kemudian mengamati sistem kerja bank tersebut, mengambil gambar (screenshot), bahkan video para karyawan yang menggunakan komputer.

Setelah para peretas memahami kerja bank tersebut, mereka mulai mencuri jutaan dollar uang tanpa menimbulkan kecurigaan. Misalnya, mengatur ATM agar mengeluarkan uang pada jam tertentu, atau membuat rekening palsu dan mentransfer uang ke situ.

Para peretas tersebut disebutkan membatasi aksi mereka dengan mencuri maksimal US$ 10 juta di satu bank. Setelah itu, mereka berpindah ke bank lain. Hal itu yang membuat aksi mereka tidak terdekteksi selama ini.

Vincente Diaz, kepala keamanan Kaspersky Lab menyebutkan para peretas ini tidak seperti peretas lazimnya. Mereka mengincar bank secara langsung, bukan nasabah. “Selain itu mereka lebih tertarik pada uang, bukan informasi. Mereka sangat fleksibel dan agresif, dan mau menggunakan alat apa saja untuk meraih hasil,” ungkapnya.

Diaz mengatakan, sebagian target para peretas tersebut adalah bank-bank di Amerika, Jerman, China, dan Ukraina. Namun ia memprediksi para bandit maya tersebut telah merambah ke bank-bank di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Kaspersky tidak merilis nama-nama bank yang menjadi korban para peretas tersebut. Mereka menyatakan sedang bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi kasus ini.

 

back to top