Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Candi Mendut dan Nabi Sulaiman

Candi Mendut dan Nabi Sulaiman
Mendut itu mungil, cantik, ceria, dan menggoda. Masyarakat Jawa mempunyai makanan kecil bernama mendut yang merah mungil dan manis dirasa. Demikian pun Mendut, candi ini tampak cantik dan mungil.

Magelang-KoPi. Candi Mendut berdiri pada tahun 824 Masehi pada dinasti kerajaan Syailendra. Menurut catatan prasasti karangtengah Candi Mendut ini didirikan Raja Indra dengan nama asli wenuwana atau hutan bambu. Kota Magelang dulunya merupakan hutan bambu yang subur.

Candi cantik ini terbuat dari batu batu namun pada bagian luar dilengkapi dengan batu alam. Relief candi menggambarkan kehidupan surga. Ada relief kalpataru dimana bidadari Hatiri dan atawaka yang anggun.

Ada empat puluh delapan stupa kecil yang mengitari candi Mendut. Seperti mahkota-mahkota kecil sang bidadari. Pada bagian dalam terdapat tiga patung Budha besar bernama Dhyani Buddha wairocama. Pada bagian depan patung Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, binatang yang menjadi simbol dari Buddha. Pada sebelah kiri ada arca Awalokiteśwara dan sebelah kanan arca Wairapani.

Mendut memiliki relief hewan-hewan. Sebagian masyarakat sekitar Mendut bahkan meyakini sesungguhnya candi tersebut memiliki keterkaitan dengan Nabi Sulaiman. Seorang nabi yang mampu mengendalikan jin dan binatang atas kehendah Allah. Demikian Purwanto salah satu penduduk sekitar candi menyatakan kepada Kopi.

"Ada sih yang meyakini Candi Mendut ini ada hubungannya dengan Nabi Sulaiman. Reliefnya menggabarkan sosok tokoh yang bisa berbicara dengan hewan. Ya itu hanya keyakinan sebagian masyarakat sekitar saja. Benar tidaknya diserahkan pada masing-masing" (baca: Borobudur, karya Nabi Sulaiman di Jawa).

Candi mendut nampak indah, dalam kesendirian di tengah keramaian. Para penjelajah bisa menemukan candi ini dengan mudah sekali. Ia berdiri di pinggir jalan besar menuju candi Borobodur dari arah Yogyakarta.


Nah penjelajah KoPi, jika ada waktu luang dan ingin mempelajari sejarah peradaban bangsa bisa mengunjungi candi yang mungil dan anggun ini.*

 

reporter: Irfan

 

Baca juga:

Perjalanan inspiratif

Ini 10 Tokoh hebat Indonesia tanpa ijazah

Suka menyantap ceker ayam, ini akibatnya

TERPOPULER

 

 

 

back to top