Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Candi Mendut dan Nabi Sulaiman

Candi Mendut dan Nabi Sulaiman
Mendut itu mungil, cantik, ceria, dan menggoda. Masyarakat Jawa mempunyai makanan kecil bernama mendut yang merah mungil dan manis dirasa. Demikian pun Mendut, candi ini tampak cantik dan mungil.

Magelang-KoPi. Candi Mendut berdiri pada tahun 824 Masehi pada dinasti kerajaan Syailendra. Menurut catatan prasasti karangtengah Candi Mendut ini didirikan Raja Indra dengan nama asli wenuwana atau hutan bambu. Kota Magelang dulunya merupakan hutan bambu yang subur.

Candi cantik ini terbuat dari batu batu namun pada bagian luar dilengkapi dengan batu alam. Relief candi menggambarkan kehidupan surga. Ada relief kalpataru dimana bidadari Hatiri dan atawaka yang anggun.

Ada empat puluh delapan stupa kecil yang mengitari candi Mendut. Seperti mahkota-mahkota kecil sang bidadari. Pada bagian dalam terdapat tiga patung Budha besar bernama Dhyani Buddha wairocama. Pada bagian depan patung Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, binatang yang menjadi simbol dari Buddha. Pada sebelah kiri ada arca Awalokiteśwara dan sebelah kanan arca Wairapani.

Mendut memiliki relief hewan-hewan. Sebagian masyarakat sekitar Mendut bahkan meyakini sesungguhnya candi tersebut memiliki keterkaitan dengan Nabi Sulaiman. Seorang nabi yang mampu mengendalikan jin dan binatang atas kehendah Allah. Demikian Purwanto salah satu penduduk sekitar candi menyatakan kepada Kopi.

"Ada sih yang meyakini Candi Mendut ini ada hubungannya dengan Nabi Sulaiman. Reliefnya menggabarkan sosok tokoh yang bisa berbicara dengan hewan. Ya itu hanya keyakinan sebagian masyarakat sekitar saja. Benar tidaknya diserahkan pada masing-masing" (baca: Borobudur, karya Nabi Sulaiman di Jawa).

Candi mendut nampak indah, dalam kesendirian di tengah keramaian. Para penjelajah bisa menemukan candi ini dengan mudah sekali. Ia berdiri di pinggir jalan besar menuju candi Borobodur dari arah Yogyakarta.


Nah penjelajah KoPi, jika ada waktu luang dan ingin mempelajari sejarah peradaban bangsa bisa mengunjungi candi yang mungil dan anggun ini.*

 

reporter: Irfan

 

Baca juga:

Perjalanan inspiratif

Ini 10 Tokoh hebat Indonesia tanpa ijazah

Suka menyantap ceker ayam, ini akibatnya

TERPOPULER

 

 

 

back to top