Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Candi Mendut dan Nabi Sulaiman

Candi Mendut dan Nabi Sulaiman
Mendut itu mungil, cantik, ceria, dan menggoda. Masyarakat Jawa mempunyai makanan kecil bernama mendut yang merah mungil dan manis dirasa. Demikian pun Mendut, candi ini tampak cantik dan mungil.

Magelang-KoPi. Candi Mendut berdiri pada tahun 824 Masehi pada dinasti kerajaan Syailendra. Menurut catatan prasasti karangtengah Candi Mendut ini didirikan Raja Indra dengan nama asli wenuwana atau hutan bambu. Kota Magelang dulunya merupakan hutan bambu yang subur.

Candi cantik ini terbuat dari batu batu namun pada bagian luar dilengkapi dengan batu alam. Relief candi menggambarkan kehidupan surga. Ada relief kalpataru dimana bidadari Hatiri dan atawaka yang anggun.

Ada empat puluh delapan stupa kecil yang mengitari candi Mendut. Seperti mahkota-mahkota kecil sang bidadari. Pada bagian dalam terdapat tiga patung Budha besar bernama Dhyani Buddha wairocama. Pada bagian depan patung Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, binatang yang menjadi simbol dari Buddha. Pada sebelah kiri ada arca Awalokiteśwara dan sebelah kanan arca Wairapani.

Mendut memiliki relief hewan-hewan. Sebagian masyarakat sekitar Mendut bahkan meyakini sesungguhnya candi tersebut memiliki keterkaitan dengan Nabi Sulaiman. Seorang nabi yang mampu mengendalikan jin dan binatang atas kehendah Allah. Demikian Purwanto salah satu penduduk sekitar candi menyatakan kepada Kopi.

"Ada sih yang meyakini Candi Mendut ini ada hubungannya dengan Nabi Sulaiman. Reliefnya menggabarkan sosok tokoh yang bisa berbicara dengan hewan. Ya itu hanya keyakinan sebagian masyarakat sekitar saja. Benar tidaknya diserahkan pada masing-masing" (baca: Borobudur, karya Nabi Sulaiman di Jawa).

Candi mendut nampak indah, dalam kesendirian di tengah keramaian. Para penjelajah bisa menemukan candi ini dengan mudah sekali. Ia berdiri di pinggir jalan besar menuju candi Borobodur dari arah Yogyakarta.


Nah penjelajah KoPi, jika ada waktu luang dan ingin mempelajari sejarah peradaban bangsa bisa mengunjungi candi yang mungil dan anggun ini.*

 

reporter: Irfan

 

Baca juga:

Perjalanan inspiratif

Ini 10 Tokoh hebat Indonesia tanpa ijazah

Suka menyantap ceker ayam, ini akibatnya

TERPOPULER

 

 

 

back to top