Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Candi Ijo, sunset tersembunyi di Jogjakarta

Candi Ijo, sunset tersembunyi di Jogjakarta

Jogja-KoPi- Menikmati sore dan matahari terbenam akan sulit ditemui di perkotaan. Namun siapa sangka Candi Ijo menyajikan panorama matahari tenggelam yang indah dan pendar lampu kota seperti suasana malam di Bukit Bintang Wonosari Gunung Kidul.

Candi Ijo terletak dilereng Bukit Pedas yang bernama Gunung Ijo. Komplek Candi Hindu ini terletak tidak jauh dari komplek candi Ratu Boko. Perjalanan menuju Candi Ijo harus melewati jalan yang menanjak karena candi ini berada di ketinggian 375 diatas permukaan laut.

Untuk melihat matahari tenggelam di Candi Ijo tidak perlu mengeluarkan uang retribusi, pengunjung hanya datang dan mengisi daftar tamu dikantor keamanan. Suasananya yang menjadi satu dengan pemukiman warga membuat Candi Ijo begitu hangat.

Dari papan informasi yang ada tertulis bahwa Candi Ijo ditemukan tanpa sengaja oleh seorang administratur pabrik gula Sorogedug yang bernama H.E Doorepaal saat sedang mencari lahan untuk penanaman tebu pada tahun 1886. Pada tahun 1887 Dr. J. Groneman melakukan penggalian arkeologis di sumur candi induk, dari penggalian tersebut ditemukan lembaran emas bertulis, cincin dan jenis biji – bijian.

Candi Ijo terletak di bukit kapur. Candi Ijo memiliki bangunan inti yang berada paling atas. Terdiri dari candi induk dan tiga candi perwara. Pada saat masuk anda akan disuguhkan sepasang lingga dan yoni yang disangga oleh batu berbentuk ular sendok. Lingga dan yoni merupakan penyatuan antara Syiwa dan Parwati.

Tiap sore hari Candi Ijo dipenuhi oleh orang – orang yang datang untuk membidik foto sunset kota Jogja. Namun ketika langit sudah mulai gelap penjaga candi akan berkeliling meminta pengunjung untuk segera turun dari komplek candi.

Suci Wulandari

back to top