Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Candi Ijo, sunset tersembunyi di Jogjakarta

Candi Ijo, sunset tersembunyi di Jogjakarta

Jogja-KoPi- Menikmati sore dan matahari terbenam akan sulit ditemui di perkotaan. Namun siapa sangka Candi Ijo menyajikan panorama matahari tenggelam yang indah dan pendar lampu kota seperti suasana malam di Bukit Bintang Wonosari Gunung Kidul.

Candi Ijo terletak dilereng Bukit Pedas yang bernama Gunung Ijo. Komplek Candi Hindu ini terletak tidak jauh dari komplek candi Ratu Boko. Perjalanan menuju Candi Ijo harus melewati jalan yang menanjak karena candi ini berada di ketinggian 375 diatas permukaan laut.

Untuk melihat matahari tenggelam di Candi Ijo tidak perlu mengeluarkan uang retribusi, pengunjung hanya datang dan mengisi daftar tamu dikantor keamanan. Suasananya yang menjadi satu dengan pemukiman warga membuat Candi Ijo begitu hangat.

Dari papan informasi yang ada tertulis bahwa Candi Ijo ditemukan tanpa sengaja oleh seorang administratur pabrik gula Sorogedug yang bernama H.E Doorepaal saat sedang mencari lahan untuk penanaman tebu pada tahun 1886. Pada tahun 1887 Dr. J. Groneman melakukan penggalian arkeologis di sumur candi induk, dari penggalian tersebut ditemukan lembaran emas bertulis, cincin dan jenis biji – bijian.

Candi Ijo terletak di bukit kapur. Candi Ijo memiliki bangunan inti yang berada paling atas. Terdiri dari candi induk dan tiga candi perwara. Pada saat masuk anda akan disuguhkan sepasang lingga dan yoni yang disangga oleh batu berbentuk ular sendok. Lingga dan yoni merupakan penyatuan antara Syiwa dan Parwati.

Tiap sore hari Candi Ijo dipenuhi oleh orang – orang yang datang untuk membidik foto sunset kota Jogja. Namun ketika langit sudah mulai gelap penjaga candi akan berkeliling meminta pengunjung untuk segera turun dari komplek candi.

Suci Wulandari

back to top