Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Candi Ijo, sunset tersembunyi di Jogjakarta

Candi Ijo, sunset tersembunyi di Jogjakarta

Jogja-KoPi- Menikmati sore dan matahari terbenam akan sulit ditemui di perkotaan. Namun siapa sangka Candi Ijo menyajikan panorama matahari tenggelam yang indah dan pendar lampu kota seperti suasana malam di Bukit Bintang Wonosari Gunung Kidul.

Candi Ijo terletak dilereng Bukit Pedas yang bernama Gunung Ijo. Komplek Candi Hindu ini terletak tidak jauh dari komplek candi Ratu Boko. Perjalanan menuju Candi Ijo harus melewati jalan yang menanjak karena candi ini berada di ketinggian 375 diatas permukaan laut.

Untuk melihat matahari tenggelam di Candi Ijo tidak perlu mengeluarkan uang retribusi, pengunjung hanya datang dan mengisi daftar tamu dikantor keamanan. Suasananya yang menjadi satu dengan pemukiman warga membuat Candi Ijo begitu hangat.

Dari papan informasi yang ada tertulis bahwa Candi Ijo ditemukan tanpa sengaja oleh seorang administratur pabrik gula Sorogedug yang bernama H.E Doorepaal saat sedang mencari lahan untuk penanaman tebu pada tahun 1886. Pada tahun 1887 Dr. J. Groneman melakukan penggalian arkeologis di sumur candi induk, dari penggalian tersebut ditemukan lembaran emas bertulis, cincin dan jenis biji – bijian.

Candi Ijo terletak di bukit kapur. Candi Ijo memiliki bangunan inti yang berada paling atas. Terdiri dari candi induk dan tiga candi perwara. Pada saat masuk anda akan disuguhkan sepasang lingga dan yoni yang disangga oleh batu berbentuk ular sendok. Lingga dan yoni merupakan penyatuan antara Syiwa dan Parwati.

Tiap sore hari Candi Ijo dipenuhi oleh orang – orang yang datang untuk membidik foto sunset kota Jogja. Namun ketika langit sudah mulai gelap penjaga candi akan berkeliling meminta pengunjung untuk segera turun dari komplek candi.

Suci Wulandari

back to top