Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Campur tangan pemerintah dapat selamatkan ekonomi

Campur tangan pemerintah dapat selamatkan ekonomi
Surabaya – KoPi | Game Theory atau Teori Bermain yang dikembangkan oleh ahli matematika John Nash adalah kritik terhadap mazhab ekonomi Adam Smith. Nash mengatakan, tidak semua orang bisa mendapatkan the first best, karena itu kita harus puas dengan second atau third best.
 

Itu diungkapkan oleh pengamat ekonomi Tjuk Kasturi dalam diskusi film Economics on Box Office. Salah satu film yang dibahas, A Beatiful Mind, bercerita tentang kisah hidup ahli matematika peraih hadiah Nobel, John Nash.

Tjuk mengatakan, krisis finansial tahun 2008 berhasil menumbangkan pemikiran para bankir dan ekonom Amerika yang mayoritas menganut mazhab ekonomi Klasik dan Neo-Klasik. Dalam mazhab tersebut mereka berpegang teguh pada keyakinan Adam Smith, yaitu pemerintah yang baik adalah pemerintah yang tidak ikut campur.

“Amerika berhasil menyelamatkan diri dari krisis setelah pemerintah akhirnya campur tangan memberi talangan kepada 9 bank terbesar di Amerika. Kalau tidak efeknya akan menyebar ke mana-mana,” jelas Tjuk.

Ia mengatakan Amerika jatuh ke dalam krisis karena keserakahan para bankir. Mengutip kata-kata Hank Paulson, Menteri Ekonomi Amerika, ‘We’re making too much money’. Tjuk mengatakan jangan mudah menghakimi apakah rusaknya ekonomi akibat ulah Yahudi atau pihak lain. Menurutnya, ekonomi adalah dunia yang abu-abu. Entah itu Yahudi, Islam, atau Kristen, siapapun yang terlalu serakah akan babak belur.

 

Tjuk menyarankan agar pemerintah tetap aktif dalam sistem ekonomi. Kehadiran pemerintah di saat yang tepat dengan kebijakan yang tepat dapat menimbulkan optimisme ekonomi. “Biarpun dunia sudah dipengaruhi kelompok moneter, negara harus ikut campur tangan dengan kebijakan yang tepat untuk menyelamatkan bangsa,” tukasnya.

back to top