Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Busyro Muqoddas: Kasus Gayus ada indikasi suap, perlu benahi Menkumham

Busyro Muqoddas: Kasus Gayus ada indikasi suap, perlu benahi Menkumham

Jogjakarta-KoPi| Calon pimpinan KPK Busyro Muqoddas tidak habis pikir dengan ulah Gayus Tambunan bisa bersantai dan makan di restoran dengan status tahanannya pada 9 September lalu. Busyro Muqoddas memandang kejadian ini sebagai tamparan keras bagi Menteri Hukum dan HAM.

"Itu tamparan kepada Menteri Hukum dan Ham untuk lebih konkret melakukan pembenahan lapas,” jelas Busyro seusai diskusi diskusi Darurat Korupsi Mengawal Peta Jalan KPK dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia di Hotel Phoenix pukul 11.20 WIB.

Pembenahan ini berlaku menyeluruh terhadap perangkat penegakan hukum terkait. Tidak hanya level menteri saja namun merembes hingga level bawah pada lembaga pemasyarakatannya.

Selain itu Busyro juga mengomentari langkah Menkumham, Yasonna Laoly untuk memindahkan Gayus ke Lapas Gunung Sindur, tidak menyelesaikan masalah. Menurutnya hal yang lebih penting pada tingkat perbaikan sistem lembaga pemasyarakatan.

“Memindahkan tidak menyelesaikan masalah, kenapa dipindahkan? Tidak hanya memindahkan saja, tapi sistemnya juga harus dibuka,” imbuh Busro.

Busyro mengajak masyarakat terlibat aktif memantau jalannya penegakan hukum di Indonesia secara keseluruhan tidak hanya pada kasus Gayus. Pasalnya tidak menutup kemungkinan ulah Gayus ini indikasi dari penyuapan terhadap lembaga pemasyarakatan.

“Apa mungkin tanpa suap lalu bisa keluar,” pungkas Busro.
Selama berstatus tahanan tercatat Gayus Tambunan bisa jalan-jalan keluar dari lembaga pemasyarakatan sebanyak 60 kali. |Winda Efanur FS|

back to top