Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Busyro Muqoddas: Kasus Gayus ada indikasi suap, perlu benahi Menkumham

Busyro Muqoddas: Kasus Gayus ada indikasi suap, perlu benahi Menkumham

Jogjakarta-KoPi| Calon pimpinan KPK Busyro Muqoddas tidak habis pikir dengan ulah Gayus Tambunan bisa bersantai dan makan di restoran dengan status tahanannya pada 9 September lalu. Busyro Muqoddas memandang kejadian ini sebagai tamparan keras bagi Menteri Hukum dan HAM.

"Itu tamparan kepada Menteri Hukum dan Ham untuk lebih konkret melakukan pembenahan lapas,” jelas Busyro seusai diskusi diskusi Darurat Korupsi Mengawal Peta Jalan KPK dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia di Hotel Phoenix pukul 11.20 WIB.

Pembenahan ini berlaku menyeluruh terhadap perangkat penegakan hukum terkait. Tidak hanya level menteri saja namun merembes hingga level bawah pada lembaga pemasyarakatannya.

Selain itu Busyro juga mengomentari langkah Menkumham, Yasonna Laoly untuk memindahkan Gayus ke Lapas Gunung Sindur, tidak menyelesaikan masalah. Menurutnya hal yang lebih penting pada tingkat perbaikan sistem lembaga pemasyarakatan.

“Memindahkan tidak menyelesaikan masalah, kenapa dipindahkan? Tidak hanya memindahkan saja, tapi sistemnya juga harus dibuka,” imbuh Busro.

Busyro mengajak masyarakat terlibat aktif memantau jalannya penegakan hukum di Indonesia secara keseluruhan tidak hanya pada kasus Gayus. Pasalnya tidak menutup kemungkinan ulah Gayus ini indikasi dari penyuapan terhadap lembaga pemasyarakatan.

“Apa mungkin tanpa suap lalu bisa keluar,” pungkas Busro.
Selama berstatus tahanan tercatat Gayus Tambunan bisa jalan-jalan keluar dari lembaga pemasyarakatan sebanyak 60 kali. |Winda Efanur FS|

back to top