Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Buruh "Menang" di Mayday

Buruh "Menang" di Mayday

Surabaya – KoPi. Ribuan Massa Buruh hari ini melakukan aksi di depan gedung Grahadi dalam peringatan Hari Buruh Dunia (May day), Kamis (1/4/2014). Massa yang berasal dari berbagai macam aliansi buruh seperti FSPMI, SBSI, SFSBM,FESBUK, FPPBI, FSPBI, SMI serta beberapa aliansi buruh lainnya, kemudian bergabung dan menamakan diri mereka dengan nama Gerakan Rakyat Bersatu (GRB).

Sekitar 7 ribu massa yang tergabung dari beberapa kota tersebut memulai aksi dari pagi sebelum akhirnya berkumpul di Gedung Grahadi sekitar pukul 13.30 WIB. Massa Buruh kemudian menyuarakan tuntutannya yang diantaranya adalah mendesak pemerintah untuk menaikkan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2015 sebesar 30%, mendesak pemerintah mengesahkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota, meminta tunjangan kesehatan, meminta tunjangan pensiun, serta mendesak pemerintah untuk menghapus Pengadilan Hubungan Industrial.

 

Pada aksi kali ini, massa buruh yang diterima oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, memenangkan tuntutan mereka berupa pengesahan Upah Minimum Sektoral. Pakde Karwo, juga berorasi di depan ribuan buruh dan menyatakan jika Upah Minimum Sektoral untuk 3 daerah yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan telah ditandatangani. Pakde Karwo berjanji akan langsung menuangkan persetujuan tersebut dalam sebuah Peraturan Gubernur Jatim Nomor 27 tahun 2014 tentang Upah Minimum Sektoral.

 

"Hari ini saya langsung tandatangani persetujuan Upah Minimum Sektoral," ucap Pakde Karwo saat menemui ribuan massa aksi.

 

Daerah yang sudah ditandatangani untuk mendapat Upah Minimum Sektoral tersebut, menurut Pakde Karwo adalah daerah yang sudah melengkapi berkas pengajuan usulan Upah Sektoral. Sedangkan untuk Mojokerto, meskipun sudah mengajukan upah sektoral, belum dapat disetujui karena belum merinci sektor kenaikan yang diajukan.

 

Dengan adanya Pergub tersebut, upah buruh sektoral di tiga daerah tersebut dipastikan akan naik, di Surabaya dan Sidoarjo, upah buruh akan meningkat 5 persen dari UMK. Sedangkan di Pasuruan, upah sektoral akan naik 10 persen dari UMK.

Pakde Karwo kemudian menambahkan, “kelompok kedua yang terdiri dari perusahaan makanan naik sebesar 7,5 persen. Sementara untuk kelompok ketiga seperti pabrik kayu naik sebesar 5 persen,” ucap pakde Karwo.

 

Karena merasa memenangkan tuntutan mereka, massa aksi kemudian membubarkan diri setelah mendengarkan pidato Pakde Karwo yang memberikan janji untuk memenuhi tuntutan mereka tentang Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten.

 

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top