Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Buruh "Menang" di Mayday

Buruh "Menang" di Mayday

Surabaya – KoPi. Ribuan Massa Buruh hari ini melakukan aksi di depan gedung Grahadi dalam peringatan Hari Buruh Dunia (May day), Kamis (1/4/2014). Massa yang berasal dari berbagai macam aliansi buruh seperti FSPMI, SBSI, SFSBM,FESBUK, FPPBI, FSPBI, SMI serta beberapa aliansi buruh lainnya, kemudian bergabung dan menamakan diri mereka dengan nama Gerakan Rakyat Bersatu (GRB).

Sekitar 7 ribu massa yang tergabung dari beberapa kota tersebut memulai aksi dari pagi sebelum akhirnya berkumpul di Gedung Grahadi sekitar pukul 13.30 WIB. Massa Buruh kemudian menyuarakan tuntutannya yang diantaranya adalah mendesak pemerintah untuk menaikkan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2015 sebesar 30%, mendesak pemerintah mengesahkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota, meminta tunjangan kesehatan, meminta tunjangan pensiun, serta mendesak pemerintah untuk menghapus Pengadilan Hubungan Industrial.

 

Pada aksi kali ini, massa buruh yang diterima oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, memenangkan tuntutan mereka berupa pengesahan Upah Minimum Sektoral. Pakde Karwo, juga berorasi di depan ribuan buruh dan menyatakan jika Upah Minimum Sektoral untuk 3 daerah yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan telah ditandatangani. Pakde Karwo berjanji akan langsung menuangkan persetujuan tersebut dalam sebuah Peraturan Gubernur Jatim Nomor 27 tahun 2014 tentang Upah Minimum Sektoral.

 

"Hari ini saya langsung tandatangani persetujuan Upah Minimum Sektoral," ucap Pakde Karwo saat menemui ribuan massa aksi.

 

Daerah yang sudah ditandatangani untuk mendapat Upah Minimum Sektoral tersebut, menurut Pakde Karwo adalah daerah yang sudah melengkapi berkas pengajuan usulan Upah Sektoral. Sedangkan untuk Mojokerto, meskipun sudah mengajukan upah sektoral, belum dapat disetujui karena belum merinci sektor kenaikan yang diajukan.

 

Dengan adanya Pergub tersebut, upah buruh sektoral di tiga daerah tersebut dipastikan akan naik, di Surabaya dan Sidoarjo, upah buruh akan meningkat 5 persen dari UMK. Sedangkan di Pasuruan, upah sektoral akan naik 10 persen dari UMK.

Pakde Karwo kemudian menambahkan, “kelompok kedua yang terdiri dari perusahaan makanan naik sebesar 7,5 persen. Sementara untuk kelompok ketiga seperti pabrik kayu naik sebesar 5 persen,” ucap pakde Karwo.

 

Karena merasa memenangkan tuntutan mereka, massa aksi kemudian membubarkan diri setelah mendengarkan pidato Pakde Karwo yang memberikan janji untuk memenuhi tuntutan mereka tentang Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten.

 

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top