Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Buruh Gelar Pra-Mayday di Depan Gedung Grahadi

Buruh Gelar Pra-Mayday di Depan Gedung Grahadi

Surabaya – KoPi. Menjelang hari buruh (Mayday) yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, Buruh melakukan aksi Pra-Mayday di depan gedung Grahadi pada kamis, (24/4/2014). Pra-Mayday tersebut dilakukan untuk memanaskan semangat para buruh menjelang peringatan Mayday tahun ini.

Sekitar 250 massa buruh yang merupakan gabungan dari berbagai macam organisasi buruh di Jawa Timur seperti FSPMI, FSPKEP, FSBM, FESBUK, FSPBI, FPPBI, SBMI, SMI, PEMBEBASAN, KOPI, AREK BONEK 1927,  serta FPL bersatu untuk menyuarakan apa yang menjadi tuntutan mereka kepada pemerintah. Buruh yang tergabung dengan nama Gerakan Rakyat Bersatu (GRB) memulai aksinya pada pukul 10.00 WIB dengan melakukan konvoi yang dimulai dari PT. Interbat kemudian menuju ke PT. Maspion 1, untuk kemudian menuju jalan Ahmad Yani dan berakhir di depan Gedung Grahadi.

 

Dalam aksi kali ini, terdapat 9 tuntutan yang diajukan oleh para buruh tersebut. Adapun tuntutan tersebut adalah Penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourching, penolakan terhadap politik upah murah yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) no. 5 Tahun 2014, serta penolakan terhadap adanya Pemutusan Hubungan Kerja yang sering menimpa kaum buruh sebagai akibat tindakan semena-mena dari pemilik perusahaan.

 

Para buruh juga tidak lupa untuk menuntut peningkatan jaminan sosial gratis untuk rakyat serta menolak liberalisasi ekonomi, dan menuntut agar pemerintah memenjarakan pengusaha yang melakukan penindasan terhadap buruh. Selain peningkatan kesejahteraan buruh, mereka juga menuntut agar Ujian Nasional dihapuskan, melawan kapitalisasi pendidikan karena dianggap tidak menguntungkan rakyat, serta menolak kriminalisasi pengurus KASBL, dan wujudkan profesionalisme pengadilan terutama hakim dalam kasus bonek 1927.

 

Tidak hanya memberikan tuntutan mereka, para buruh juga memberikan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat seperti nasionalisasi aset vital di bawah kontrol rakyat, bangun industrialisasi nasional mandiri yang berkarakter kerakyatan, laksanakan reforma agraria sejati dan wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, dan bervisi kerakyatan.***

 

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana 

back to top