Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Buruh Gelar Pra-Mayday di Depan Gedung Grahadi

Buruh Gelar Pra-Mayday di Depan Gedung Grahadi

Surabaya – KoPi. Menjelang hari buruh (Mayday) yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, Buruh melakukan aksi Pra-Mayday di depan gedung Grahadi pada kamis, (24/4/2014). Pra-Mayday tersebut dilakukan untuk memanaskan semangat para buruh menjelang peringatan Mayday tahun ini.

Sekitar 250 massa buruh yang merupakan gabungan dari berbagai macam organisasi buruh di Jawa Timur seperti FSPMI, FSPKEP, FSBM, FESBUK, FSPBI, FPPBI, SBMI, SMI, PEMBEBASAN, KOPI, AREK BONEK 1927,  serta FPL bersatu untuk menyuarakan apa yang menjadi tuntutan mereka kepada pemerintah. Buruh yang tergabung dengan nama Gerakan Rakyat Bersatu (GRB) memulai aksinya pada pukul 10.00 WIB dengan melakukan konvoi yang dimulai dari PT. Interbat kemudian menuju ke PT. Maspion 1, untuk kemudian menuju jalan Ahmad Yani dan berakhir di depan Gedung Grahadi.

 

Dalam aksi kali ini, terdapat 9 tuntutan yang diajukan oleh para buruh tersebut. Adapun tuntutan tersebut adalah Penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourching, penolakan terhadap politik upah murah yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) no. 5 Tahun 2014, serta penolakan terhadap adanya Pemutusan Hubungan Kerja yang sering menimpa kaum buruh sebagai akibat tindakan semena-mena dari pemilik perusahaan.

 

Para buruh juga tidak lupa untuk menuntut peningkatan jaminan sosial gratis untuk rakyat serta menolak liberalisasi ekonomi, dan menuntut agar pemerintah memenjarakan pengusaha yang melakukan penindasan terhadap buruh. Selain peningkatan kesejahteraan buruh, mereka juga menuntut agar Ujian Nasional dihapuskan, melawan kapitalisasi pendidikan karena dianggap tidak menguntungkan rakyat, serta menolak kriminalisasi pengurus KASBL, dan wujudkan profesionalisme pengadilan terutama hakim dalam kasus bonek 1927.

 

Tidak hanya memberikan tuntutan mereka, para buruh juga memberikan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat seperti nasionalisasi aset vital di bawah kontrol rakyat, bangun industrialisasi nasional mandiri yang berkarakter kerakyatan, laksanakan reforma agraria sejati dan wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, dan bervisi kerakyatan.***

 

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana 

back to top