Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Bulog defisit beras, dikalahkan oleh tengkulak

Bulog defisit beras, dikalahkan oleh tengkulak

Jogjakarta-KoPi| Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Ra’uf mengeluhkan kesulitan Bulog mendapatkan pasokan beras. Syarkawi mengklaim kesulitan ini ditengarai oleh oknum yang bermain di balik produksi-penggilingan beras. Setidaknya Syarkawi mencurigai 5-7 sentra produksi beras di Indonesia yang bermain curang.

Sementara Dirjen Kementrian Pertanian, Adi Lumaksono menambahkan kelangkaan juga disebabkan masalah distribusi beras yang tidak beres. Adi mengklaim penggilingan padi mulai dari yang besar hingga kecil melakukan penyimpanan beras.

“Saya sering main ke penggilingan padi baik yang kecil maupun besar, masih banyak mereka yang sedikit-sedikit simpan.” 

Selain itu kelangkaan semakin diperparah dengan ulah pengepul padi. Di lapangan pihak pengepul padi juga turut mengambil beras hingga mengurangi jatah untuk Bulog.

"Bulog mencari beras, kok tidak dapat. Ada pedagang pengumpul padi yang berani membeli beras dengan harga yang lebih tinggi, menyebabkan Bulog tidak kebagian (jatah beras)", kata Syarkawi saat konferensi pers di Hotel Melia Purosani Rabu, 2 Desember 2015.

Pihak Bulog mengkuatirkan keadaan defisit Bulog akan berpengaruh terhadap cadangan beras hingga akhir tahun. Selama setahun minimal Bulog mempunyai cadangan beras sebanyak 1,5- 2 juta ton.
“Setiap di pucuk tahun supaya aman, Bulog harus punya cadangan 1,5 juta ton setelah dikurangi dengan beras rastra (beras sejahtera ganti istilah beras miskin),” tambah Syarkawi. |Winda Efanur FS|

back to top