Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Bulog defisit beras, dikalahkan oleh tengkulak

Bulog defisit beras, dikalahkan oleh tengkulak

Jogjakarta-KoPi| Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Ra’uf mengeluhkan kesulitan Bulog mendapatkan pasokan beras. Syarkawi mengklaim kesulitan ini ditengarai oleh oknum yang bermain di balik produksi-penggilingan beras. Setidaknya Syarkawi mencurigai 5-7 sentra produksi beras di Indonesia yang bermain curang.

Sementara Dirjen Kementrian Pertanian, Adi Lumaksono menambahkan kelangkaan juga disebabkan masalah distribusi beras yang tidak beres. Adi mengklaim penggilingan padi mulai dari yang besar hingga kecil melakukan penyimpanan beras.

“Saya sering main ke penggilingan padi baik yang kecil maupun besar, masih banyak mereka yang sedikit-sedikit simpan.” 

Selain itu kelangkaan semakin diperparah dengan ulah pengepul padi. Di lapangan pihak pengepul padi juga turut mengambil beras hingga mengurangi jatah untuk Bulog.

"Bulog mencari beras, kok tidak dapat. Ada pedagang pengumpul padi yang berani membeli beras dengan harga yang lebih tinggi, menyebabkan Bulog tidak kebagian (jatah beras)", kata Syarkawi saat konferensi pers di Hotel Melia Purosani Rabu, 2 Desember 2015.

Pihak Bulog mengkuatirkan keadaan defisit Bulog akan berpengaruh terhadap cadangan beras hingga akhir tahun. Selama setahun minimal Bulog mempunyai cadangan beras sebanyak 1,5- 2 juta ton.
“Setiap di pucuk tahun supaya aman, Bulog harus punya cadangan 1,5 juta ton setelah dikurangi dengan beras rastra (beras sejahtera ganti istilah beras miskin),” tambah Syarkawi. |Winda Efanur FS|

back to top