Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Bulan ini, Obama dan India bertemu di Gedung Putih

Bulan ini, Obama dan India bertemu di Gedung Putih

Washington-KoPi, Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedung Putih akhir bulan ini untuk membahas kerja sama yang strategis dengan New Delhi, Gedung Putih mengatakan pada hari Senin.

Dalam kunjungan Modi nanti, Obama akan membahasa tentang “rancangan mengenai kepentingan bersama untuk mengembangkan dan memperdalam hubungan AS dan India,” juru bicara Josh Earnest mengatakan dalam sebuat pernyataan.

“Mereka akan membahas cara-cara untuk mempercepat perkembangan ekonomu, memperkuat kerja sama keamanan, dan berkolobarasi dalam usaha yang menguntungkan kedua belah pihak dan dunia,” dia juga akan membahas isu-isu seperti yang sedang terjadi di Afghanistan, Syria dan Irak.

Sebelumnya, Washington pernah menolak Visa Modi pada tahun 2005 karena di duga memiliki peran dalam timbulnya keributan pada tahun 2002, di mana lebih dari 1000 orang, yang rata-rata adalah orang Islam minoritas terbunuh. Dia dikritisi karena tidak bisa mencegah terjadinya keributan tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top