Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Budaya semut

en.wikipedia.org en.wikipedia.org

Semut merupakan jenis serangga kecil yang memiliki banyak species. Species yang dimiliki lebih dari 12.000 jenis. Binatang ini biasanya sangat menyukai hal-hal yang berbau dan memiliki rasa manis misalnya, gula, kecap, madu, dan masih banyak lagi. Seringkali terlihat keluar masuk  “lubang” atau biasa disebut “sarang”  bagi mereka yang terdapat di setiap sudut tembok rumah.

Bukan hanya manusia saja yang memiliki budaya disetiap daerah-daerah tertentu. Semut pun punya budaya baik yang bisa kita contoh. Bahkan budaya semut tidak dibagi atas daerah atau apapun, melainkan hampir semua species semut menerapkan budaya ini. Apa aja sih budaya yang mereka terapkan?

Terkadang manusia tidak mempunyai rasa sosial yang tinggi, apalagi jika kita lihat orang yang hidup di kota-kota besar. Jangankan berjabat tangan, senyumpun mereka enggan kepada tetangga. Lain lagi dengan semut. Mereka mempunyai rasa sosial yang amat tinggi. Jika anda perhatikan, ketika semut berjalan, maka dia akan menyapa semut yang lain dengan cara bersalaman. Menurut penelitian, mereka melakukan ini agar satu sama lain mengetahui apakah ada makanan atau ada musuh didaerah yang mereka datangi sebelumnya melalui antena yang terdapat di kepala mereka.

Jika manusia tidak selalu kompak masalah makanan. Lain halnya dengan semut yang selalu kompak untuk mendapatkan makanan yang mereka cari. Ketika satu semut mendapatkan makanan, maka ia akan segera memberitahu kepada semut yang lainnya sehingga mereka saling bergotong royong membawa makanan tersebut ke sarang mereka.

Budaya yang patut dicontoh dari semut, yaitu tidak mudah menyerah. Semut selalu berusaha keras untuk mencapai tujuan yang mererka tuju sejauh apapun atau sekeras apapun. Ini terlihat dari perjalanan semut yang sangat tidak mengenal lelah. Dimana mereka harus mendaki pepohonan, terhalang batu, terinjak-injak manusia, jatuh lalu kembali lagi tetap saja mereka tidak pernah menyerah akan hal itu. Inilah yang patut dicontoh oleh manusia.

Terakhir yang menjadi budaya semut adalah saat musim panas tiba, ia malah mempersiapkan makanan untuk mereka di musim hujan nanti. Sebaliknya, jika musim hujan tiba mereka mencari makanan untuk persediaan di musim panas. Itu semua dilakukan agar stok makanan disarang mereka tidak habis. Hebat bukan?
Jadi itulah beberapa budaya semut yang membuat kami terkagum tak percaya melihatnya. Kekuasaan tuhan begitu besar. Ia tidak sembarangan menciptakan makhluk hidup yang sempurna maupun yang tidak sempurna.


back to top