Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Budaya semut

en.wikipedia.org en.wikipedia.org

Semut merupakan jenis serangga kecil yang memiliki banyak species. Species yang dimiliki lebih dari 12.000 jenis. Binatang ini biasanya sangat menyukai hal-hal yang berbau dan memiliki rasa manis misalnya, gula, kecap, madu, dan masih banyak lagi. Seringkali terlihat keluar masuk  “lubang” atau biasa disebut “sarang”  bagi mereka yang terdapat di setiap sudut tembok rumah.

Bukan hanya manusia saja yang memiliki budaya disetiap daerah-daerah tertentu. Semut pun punya budaya baik yang bisa kita contoh. Bahkan budaya semut tidak dibagi atas daerah atau apapun, melainkan hampir semua species semut menerapkan budaya ini. Apa aja sih budaya yang mereka terapkan?

Terkadang manusia tidak mempunyai rasa sosial yang tinggi, apalagi jika kita lihat orang yang hidup di kota-kota besar. Jangankan berjabat tangan, senyumpun mereka enggan kepada tetangga. Lain lagi dengan semut. Mereka mempunyai rasa sosial yang amat tinggi. Jika anda perhatikan, ketika semut berjalan, maka dia akan menyapa semut yang lain dengan cara bersalaman. Menurut penelitian, mereka melakukan ini agar satu sama lain mengetahui apakah ada makanan atau ada musuh didaerah yang mereka datangi sebelumnya melalui antena yang terdapat di kepala mereka.

Jika manusia tidak selalu kompak masalah makanan. Lain halnya dengan semut yang selalu kompak untuk mendapatkan makanan yang mereka cari. Ketika satu semut mendapatkan makanan, maka ia akan segera memberitahu kepada semut yang lainnya sehingga mereka saling bergotong royong membawa makanan tersebut ke sarang mereka.

Budaya yang patut dicontoh dari semut, yaitu tidak mudah menyerah. Semut selalu berusaha keras untuk mencapai tujuan yang mererka tuju sejauh apapun atau sekeras apapun. Ini terlihat dari perjalanan semut yang sangat tidak mengenal lelah. Dimana mereka harus mendaki pepohonan, terhalang batu, terinjak-injak manusia, jatuh lalu kembali lagi tetap saja mereka tidak pernah menyerah akan hal itu. Inilah yang patut dicontoh oleh manusia.

Terakhir yang menjadi budaya semut adalah saat musim panas tiba, ia malah mempersiapkan makanan untuk mereka di musim hujan nanti. Sebaliknya, jika musim hujan tiba mereka mencari makanan untuk persediaan di musim panas. Itu semua dilakukan agar stok makanan disarang mereka tidak habis. Hebat bukan?
Jadi itulah beberapa budaya semut yang membuat kami terkagum tak percaya melihatnya. Kekuasaan tuhan begitu besar. Ia tidak sembarangan menciptakan makhluk hidup yang sempurna maupun yang tidak sempurna.


back to top