Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Budaya mencontek mendarah daging

Budaya mencontek mendarah daging

Ada sebuah kebiasaan yang tak pernah terlepas dari kehidupan sosial saat ini. Dari anak kecil hingga orang dewasa. Mereka masih saja melakukan aksi contek mencontek. Kebiasaan yang mematikan daya kreatifitas  seseorang.

Aksi contek – mencontek kerap kali terjadi dan tak  asing lagi kita lihat diberbagai sekolah. Berbagai trik untuk mencontek pun mulai berkembang dari memakai kode jari, berdehem  atau batuk, atau juga melempar secarik kertas. Upaya pemerintah dan badan sekolah untuk menghentikan aksi mencontek tersebut tidak berjalan dengan baik. Ini dikarenakan budaya mencontek ini sudah mendarah daging di setiap orang. Mencontek menjadi jalan pintas untuk mendapatkan jawaban dari kebuntuan. Selain itu, beberapa oknum membiarkan saja aksi mencontek itu dilakukan sehingga mencontek menjadi lebih mudah dan bebas.

Bukan saja hanya di sekolah kita dapat melihat aksi mencontek, di masyarakat juga kerap kita lihat hal seperti ini. Dalam dunia kerja, persaingan sudah tidak dapat dibendung. Sebuah perusahaan mencontek perusahaan saingannya yang lebih maju agar dapat bersaing dalam perdangangan. Selain itu, di dunia media massa juga ada hal seperti ini, khususnya di media online. Dengan mudahnya mengakses  jejaring internet, orang menjadi mudah untuk mencontek dan mengambil tulisan atau ide dari seseorang.

Apalagi pada zaman sekarang orang tua memberikan dan membebaskan anak dalam menggunakan telephon genggam, yang pada saat ini telepon genggam sudah semakin canggih. Sehingga  anak tersebut menjadi bermalas malasan untuk belajar karena terlalu asik dengan gadgetnya.

Tidak hanya itu, bahkan ketika dalam mengerjakan tugasnya disekolah banyak siswa yang mengandalkan Google untuk mengerjakan tugasnya. sehingga banyak pelajar yang terlalu bergantung pada Google. Hal ini dikarenakan pengawasan dari pihak sekolah yang terlalau longgar. Akibatnya banyak pelajar dengan leluasa memainkan telepon genggamnya untuk menggunakan Google untuk mendapatkan jawaban.

Untuk itu, Budaya mencontek harus dihentikan, yaitu dimulai dari sekarang. guna membangun kreatifitas seseorang. Seperti guru yang harus lebih memperhatikan siswanya dan mengajarkan pelajaran kepada siswanya sampai siswa nya mengerti, sehingga siswa itu tidak perlu lagi untuk mencontek. Dan tidak hanya seorang guru yang perlu memperhatikan dan mengajarkan siswanya, tetapi orang tua juga perlu mengajarkan anak tersebut. Agar anak tidak lagi mengandalkan atau bergantung pada temannya dalam mengerjakan tugasnya. melainkan ia bergantung pada dirinya sendiri, dalam mengerjakan tugasnya dan menjadi pribadi yang kreatif.


   

back to top