Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Budaya mencontek mendarah daging

Budaya mencontek mendarah daging

Ada sebuah kebiasaan yang tak pernah terlepas dari kehidupan sosial saat ini. Dari anak kecil hingga orang dewasa. Mereka masih saja melakukan aksi contek mencontek. Kebiasaan yang mematikan daya kreatifitas  seseorang.

Aksi contek – mencontek kerap kali terjadi dan tak  asing lagi kita lihat diberbagai sekolah. Berbagai trik untuk mencontek pun mulai berkembang dari memakai kode jari, berdehem  atau batuk, atau juga melempar secarik kertas. Upaya pemerintah dan badan sekolah untuk menghentikan aksi mencontek tersebut tidak berjalan dengan baik. Ini dikarenakan budaya mencontek ini sudah mendarah daging di setiap orang. Mencontek menjadi jalan pintas untuk mendapatkan jawaban dari kebuntuan. Selain itu, beberapa oknum membiarkan saja aksi mencontek itu dilakukan sehingga mencontek menjadi lebih mudah dan bebas.

Bukan saja hanya di sekolah kita dapat melihat aksi mencontek, di masyarakat juga kerap kita lihat hal seperti ini. Dalam dunia kerja, persaingan sudah tidak dapat dibendung. Sebuah perusahaan mencontek perusahaan saingannya yang lebih maju agar dapat bersaing dalam perdangangan. Selain itu, di dunia media massa juga ada hal seperti ini, khususnya di media online. Dengan mudahnya mengakses  jejaring internet, orang menjadi mudah untuk mencontek dan mengambil tulisan atau ide dari seseorang.

Apalagi pada zaman sekarang orang tua memberikan dan membebaskan anak dalam menggunakan telephon genggam, yang pada saat ini telepon genggam sudah semakin canggih. Sehingga  anak tersebut menjadi bermalas malasan untuk belajar karena terlalu asik dengan gadgetnya.

Tidak hanya itu, bahkan ketika dalam mengerjakan tugasnya disekolah banyak siswa yang mengandalkan Google untuk mengerjakan tugasnya. sehingga banyak pelajar yang terlalu bergantung pada Google. Hal ini dikarenakan pengawasan dari pihak sekolah yang terlalau longgar. Akibatnya banyak pelajar dengan leluasa memainkan telepon genggamnya untuk menggunakan Google untuk mendapatkan jawaban.

Untuk itu, Budaya mencontek harus dihentikan, yaitu dimulai dari sekarang. guna membangun kreatifitas seseorang. Seperti guru yang harus lebih memperhatikan siswanya dan mengajarkan pelajaran kepada siswanya sampai siswa nya mengerti, sehingga siswa itu tidak perlu lagi untuk mencontek. Dan tidak hanya seorang guru yang perlu memperhatikan dan mengajarkan siswanya, tetapi orang tua juga perlu mengajarkan anak tersebut. Agar anak tidak lagi mengandalkan atau bergantung pada temannya dalam mengerjakan tugasnya. melainkan ia bergantung pada dirinya sendiri, dalam mengerjakan tugasnya dan menjadi pribadi yang kreatif.


   

back to top