Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Budaya lokal kunci pembangunan berkelanjutan

Budaya lokal kunci pembangunan berkelanjutan

Jogja-KoPi| Pembangunan berkelanjutan di Indonesia Timur menjadi topik yang banyak diperbincangkan saat ini. Kebijakan Jokowi untuk mengubah Indonesia Timur dinilai merupakan prestasi yang luar biasa. Lihat saja pembangunan tol pertama di Kupang NTT, 10 triliun untuk pembangunan kereta api di Papua, dan membangun PLTS tebesar di Kupang.

Hal ini disampaikan oleh peneliti Pusat Kawasan Indonesia Timur (Puskit) UAJY, Aloysius Gunadi Brata, dalam Seminar Nasional Indonesia Timur (Senanti), di Kampus 4 UAJY, Sabtu (4/6).

Aloysius melanjutkan euforia pembangunan ini seharusnya menjadi pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan bisa tercapai ketika konteks budaya lokal tetap diperhatikan. Tak hanya itu saja, sifat inkluvisitas perlu terus dipupuk dan dikembangkan.

Seminar Nasional Indonesia Timur tahun 2016 ini mengusung konsep “Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Indonesia Timur”. Selain menghadirkan peneliti dari Puskit UAJY, juga hadir narasumber Hidayat Alhamid, PHd (Community Affairs Manager BP Indonesia) serta dr.Tridia Sudirga (Pemerhati Kesehatan dan Permberdayaan Perempuan).

Seminar ini didahului dengan pameran budaya dari dari berbagai komunitas mahasiswa dari Indonesia Timur seperti Komunitas Mahasiswa Toraja UAJU, Komunitas Papua UAJY, Komunitas Manado, dan sebagainya.

Ketua penyelenggara kegiatan, Frengky Benediktus Ola mengatakan acara ini merupakan bentuk kepedulian dari Puskit UAJY untuk terus merangkul masyarakat Indonesia Timur agar terus siap menghadapi pembangunan berkelanjutan.

“Harapannya mahasiswa kawasan Indonesia Timur bisa menyiapkan baik dari segi mental, pengetahuan,dan lainnya dalam menghadapi pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap acara ini bisa menjadi wujud diskusi bersama untuk memberikan masukan, solusi, atas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di sana

back to top