Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Budaya lokal kunci pembangunan berkelanjutan

Budaya lokal kunci pembangunan berkelanjutan

Jogja-KoPi| Pembangunan berkelanjutan di Indonesia Timur menjadi topik yang banyak diperbincangkan saat ini. Kebijakan Jokowi untuk mengubah Indonesia Timur dinilai merupakan prestasi yang luar biasa. Lihat saja pembangunan tol pertama di Kupang NTT, 10 triliun untuk pembangunan kereta api di Papua, dan membangun PLTS tebesar di Kupang.

Hal ini disampaikan oleh peneliti Pusat Kawasan Indonesia Timur (Puskit) UAJY, Aloysius Gunadi Brata, dalam Seminar Nasional Indonesia Timur (Senanti), di Kampus 4 UAJY, Sabtu (4/6).

Aloysius melanjutkan euforia pembangunan ini seharusnya menjadi pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan bisa tercapai ketika konteks budaya lokal tetap diperhatikan. Tak hanya itu saja, sifat inkluvisitas perlu terus dipupuk dan dikembangkan.

Seminar Nasional Indonesia Timur tahun 2016 ini mengusung konsep “Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Indonesia Timur”. Selain menghadirkan peneliti dari Puskit UAJY, juga hadir narasumber Hidayat Alhamid, PHd (Community Affairs Manager BP Indonesia) serta dr.Tridia Sudirga (Pemerhati Kesehatan dan Permberdayaan Perempuan).

Seminar ini didahului dengan pameran budaya dari dari berbagai komunitas mahasiswa dari Indonesia Timur seperti Komunitas Mahasiswa Toraja UAJU, Komunitas Papua UAJY, Komunitas Manado, dan sebagainya.

Ketua penyelenggara kegiatan, Frengky Benediktus Ola mengatakan acara ini merupakan bentuk kepedulian dari Puskit UAJY untuk terus merangkul masyarakat Indonesia Timur agar terus siap menghadapi pembangunan berkelanjutan.

“Harapannya mahasiswa kawasan Indonesia Timur bisa menyiapkan baik dari segi mental, pengetahuan,dan lainnya dalam menghadapi pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap acara ini bisa menjadi wujud diskusi bersama untuk memberikan masukan, solusi, atas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di sana

back to top