Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Budaya bisa dikelola?

Budaya bisa dikelola?

Yogyakarta-KoPi-  Program Studi Kajian Budaya dan Media Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada (KBM SPs. UGM) bekerjasama dengan Yayasan Umar Kayam  (YUK), Yayasan Biennale Jogja, Koalisi Seni Jakarta dan Yayasan Desantara menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk "Tata Kelola Kebudayaan sebagai Bentuk Strategi Kebudayaan?".

Seminar berlangsung hari Kamis, 9 Oktober 2014 bertempat di Ruang Seminar Lt. 5 Gedung Sekolah Pascasasrjana UGM.  Acara ini secara konkret membahas draft RUU Kebudayaan. Enam pembicara hadir dalam seminar, Bambang Sunaryo, MSi (Fisipol UGM), Dadang Juliantara (Seknas Jokowi-JK), Dr. Hilmar Farid (Institut Sejarah Sosial Indonesia, Jakarta), Enin Supriyanto (kurator, Jakarta), Hanidawan (aktvis teater, Solo) dan M. Nurkhoiron (yayasan Desantara, Jakarta). Moderator Abduh Aziz (Koalisi Seni Indonesia) dan Kris Budiman (Kajian Budaya dan Media, Sekolah Pascasarjana UGM).

Dalam seminar ini ada dua tujuan yang ingin dicapai, pertama, memahani tentang stratergi kebudayaan yang tidak melulu dipahami semata pada perkara estetika dan warisan-warisan tradisi yang sementara banyak dipahami keliru oleh kalangan birokrasi dan masyarakat umum. Stratergi kebudayaan di sini menjadi kesadaran bersama bahwa ada nilai-nilai yang terus berkembang dalam sebuah masyarakat bangsa. Untuk itu sebagai entitas kolektif bangsa harus memiliki 'common platform."

Kedua, stratergi kebudayaan adalah kesadaran yang niscaya harus hadir mengingat bahwa ada realitas persinggungan budaya lokal dan dunia luar yang pada hakekatnya mampu memberikan ancaman terhadap eksitensi kebudayaan 'asli' atau pokok bangsa. Realitas inilah yang kemudian relevan dengan kebutuhan startergi kebudayaan. Pertanyaannya kemdian, apakah negara harus dan memiliki tanggug jawab dalam mengelola kebudayaan? Lalu bagaimana kebudayaan yang menrupakan nilai-nilai yang beragam dan bersaing dapt ditata dalam sebuah pernagkat hukum yang mengikat semua warga bangsa?


Isi makalah dapat dibaca di Rubrik Antitesis KoranOpini.com. Enam pemikiran RUU Kebudayaan di Seminar KBM UGM.

back to top