Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

“BRT menuai kemacetan, bukan mengurai kemacetan”

“BRT menuai kemacetan, bukan mengurai kemacetan”
Surabaya - KoPi | Sidoarjo dalam waktu dekat akan memiliki tranpostasi umum baru BRT atau yang disebut Trans Sidoarjo. BRT dengan trayek Bungurasih-Porong ini menuai penolakan dari para supir angkot.

Anshor, selaku sekertaris paguyuban merah putih Lyn JSP menilaii adanya BRT justru menjadi malapetaka bagi lebih dari 2000 supir angkot. Trayek BRT ini kerap bersinggungan dengan trayek 5 angkot. Salah satunya seperti JSP (Joyoboyo – Sidoarjo - Porong), Mpu Surabaya – Malang, Hb1, Hb2 dan Hb.

Jumlah lyn yang saat ini tergabung dalam asosiasi penolakan pembangunan BRT lebih dari 1000 unit. Sehingga jika ditotal menurut Anshor ada 2000 sopir yang terancam mendapatkan kerugian dengan adanya BRT tersebut.

“Saat ini saja kita mulai sulit untuk mendapatkan penumpang. Karena memang masyarakat Surabaya-Sidoarjo sudah mulai meninggalkan angkutan umum, jika ada BRT, matilah kita” ujar Anshor.

Sebelumnya, Joko Santoso selaku Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo mengatakan BRT merupakan cara yang tepat untuk mengurai kemacetan di Sidoarjo. Menurutnya dengan adanya trasnportasi umum yang nyaman, masyarakat akan beralih menggunakan transportasi umum.

Namun, Anshor menilai BRT akan menuai kemacetan baru. “jika ingin mengurai kemacetan, seharusnya Dishub itu mengurangi pemilikan kendaraan pribadi. Adanya BRT justru menambah unit kendaraan di Sidoaro. Dengan kapasitas bis yang besar, semakin membuat ruas jalan sempit” ujarnya.

Ia bersama dengan gabungan paguyuban supir angkot lainnya berharap pihak pemerintah mengganti trayek BRT. Sehingga tidak bersinggungan dengan trayek para supir angkot lainnya.

“Itu Damri jurusan Sidoarjo–Jembatan Merah sudah banyak yang rusak. Mending pemerintah fokuskan trayek tersebut. Dibanding mengganggu trayek kami” ujarnya.

Sampai saat ini BRT masih belum diluncurkan ke publik. Hal tersebut dikarenakan pihak DPRD masih mengakomodasi permohonan para sopir angkot ke pemerintahan pusat.

“Kami benar-benar menolak adanya BRT di trayek ini. jika keputusan DPRD bertentangan dengan kami, maka kami akan melakukan aksi bahkan sampai berhari-hari” tuturnya. | Labibah

back to top