Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Sulawesi Tengah-KoPi|  Personel gabungan Brimob Polri terus melakukan evakuasi di lokasi terdampak bencana alam gempa dan tsunami di Kota Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10).

Dalam kesempatan yang sama, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., juga nampak terjun langsung melakukan evakuasi di lokasi terdampak bencana alam. Selain membantu proses evakuasi, personel Brimob Polri juga melaksanakan pengamanan di beberapa daerah yang rawan terjadi tindak kejahatan.

Kapolri menyebut kondisi daerah Palu yang tertutup karena jalan daratnya, yang bisa dilalui dari Mamuju, Donggala, Poso, Toli-Toli, dan Parigi, saat ini longsor di beberapa jalur. Pengamanan juga diperlukan lantaran jalur udara yang menuju Palu belum bisa maksimal karena landasan yang ada di bandara hanya 2.000 meter yang bisa digunakan. Selain itu, jalur laut belum bisa dimanfaatkan karena area pelabuhan juga terdampak tsunami.

Kepolisian akan terus meningkatkan pengamanan, terutama karena ada peristiwa penjarahan di beberapa lokasi di Palu yang terdampak gempa dan tsunami. Dan dihiimbau kepada masyarakat tetap mentaati hukum yang berlaku.|TribrataNews

back to top