Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

BPPTKG: Merapi kembali berstatus normal namun jangan ada aktivitas dulu dari 2 km puncak Merapi

Jogja-KoPi| Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida sampaikan situasi Gunung Merapi saat ini sudah kembali normal pasca erupsi tadi pagi. Meski demikian, ia menghimbau agar tidak ada aktivitas di sekitaran Gunung merapi. 
 
"Pasca erupsi tadi pagi, saat ini status merapi sudah normal. Saat ini sudah tidak ada erupsi,jadi tidak berbahaya serta aktivitasnya vulkanik sudah menurun. Namun, dihimbau agar jangan ada aktivitas dulu di dua kilometer dari puncak merapi," jelas Hanik saat dihubungi via sambungan Telepon di Kantor BPPTKG, (11/5).
 
Sebelumnya, sekitar pukul tujuh pagi, warga Yogyakarta dan sekitarnya dihebohkan dengan terjadinya letusan erupsi Merapi yang ditunjukkan dengan munculnya awan panas membumbung tinggi diatas puncak Merapi. Warga sekitar juga mendengar pula suara gemuruh yang cukup keras dari Gunung Merapi saat erupsi berlangsung.
 
Hanik pun menjelaskan erupsi pagi tadi berlangsung pada pukul 07.40 WIB. Waktu erupsi pun terbilang cukup singkat yaitu lima menit. Erupsi ini pun menghasilkan awan panas berisikan debu dan material vulkanik dengan ketinggian 5,5 Kilometer.
 
Lanjutnya, erupsi berjenis freaktif ini terjadi akibat akumulasi gas atau pelepasan gas yang terjadi di Gunung Merapi. Akumulasi gas ini terjadi saat gunung melepas gas lalu mengenai sebagian sisa material hasil erupsi yang terjadi sebelumnya pada tahun 2010. Akibatnya material yang erupsi kali ini juga ikut tercampur pada erupsi sebelumnya sehingga tampak awan erupsi terlihat besar. 
 
Sementara suara gemuruh yang dihasilkan saat erupsi, Hanik memaparkan bahwa akumulasi gas ini jugalah penyebab suara tersebut terdengar.
 
"Jika gas keluar terakumulasi itu kan mengeluarkan suara. Seperti halnya saat merebus air, nah itu juga mengeluarkan suara.Gemuruh itu karena gas yang terlepaskan,"jelasnya.
 
Kepada masyarakat, Hanik pun menghimbau agar tidak perlu panik akibat kejadian ini. Ia kembali mengingatkan untuk sementara sebaiknya tidak ada aktivitas seperti kegiatan mendaki pada jarak dua kilometer dari puncak gunung Merapi. 
back to top