Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

BNI, DINSOS, BULOG salurkan bantuan sosial lewat RASTRA 2017

BNI, DINSOS, BULOG salurkan bantuan sosial lewat RASTRA 2017

Wates-KoPi| BNI, Dinas Sosial, Bulog, Bank Indonesia (Bi), Otoritas Jasa Keuangan mengadakan sosialisasi serta persiapan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ke Agen 46 dan Rumah Pangan Kita (RPK), di Gedung Kaca Wates, Senin (13/2).

Arif Tri Tjahyono, CEO BNI Wilayah Yogyakarta menjelaskan bahwa BPNT ini adalah bantuan sosial dari Kementrian Sosial untuk masyarakat tidak mampu dan masuk ke dalam golongan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menggunakan Kartu Sejahtera dalam bentuk program RASTRA atau Beras Sejahtera.

Arif memaparkan tujuan dari sosialisasi agar Agen 46 perpanjangan tangan BNI dan RPK dari Bulog dapat bersinergi dalam menyalurkan BPNT.

“Dalam kesempatannya diharapkan akan ada proses sinergi Agen 46 dan RPK dalam penyaluran BPNT,” paparnya.

Arif Tri Tjahyono menjelaskan pelaksanaan program RASTRA dimulai pada tanggal 23 Februari. Bentuk barang dari RASTRA sendiri adalah natura (sembako) seperti beras, gula pasir, tepung, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Di tahap awal ini, BNI dan Bulog menyalurkan sembako berupa beras dan gula pasir senilai Rp 110.000.

BPNT ini dilaksanakan secara serentak di 5 kota di DIY dan Jateng, meliputi Yogyakarta, Kulon Progo, Magelang, Surakarta, Boyolali. Untuk wilayah Kulonprogo meliputi kecamatan Lendah , Galur,Panjatan, Wates, Temon, Pengasih, Sentolo.

Miftahul Adha, pimpinan Bulog Yogyakarta, menjelaskan bahwa Bulog akan berperan sebagai distributor bahan pangan seperti beras dan gula pasir yang nanti akan disalurkan ke Agen 48 yang berjumlah 3.000 agen dan RPK berjumlah 1.200 di wilayah Yogyakarta. Miftahul Adha memaparkan untuk setiap KPM akan menerima 10 Kilogram beras dan Gula Pasir 2 Kilogram dengan harga het, beras Rp 8.500 perkilo dan Gula Rp 12.500 perkilo.

“Untuk penyaluran ini tidak langsung beras 10 kilo atau gula 2 kilo , namun bertahap dengan 5 kilo, 5 kilo dan 1 kilo, 1 kilo agar dapat bertahan secara berkala,” Paparnya.

Nantinya agen 46 dan RPK yang sudah bertanda dengan pemasangan spanduk penyalur BPNT program RASTRA diharapkan agar masyarakat dapat menerima manfaat serta bantuan secara langsung.

Dengan sinergi antara DINSOS, BULOG dan BNI serta dukungan OJK dan BI, diharapkan penyaluran BPNT dapat sejalan dengan program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Harapan kami program ini dapat berjalan lancar serta sukses dalam menyalurkan bantuan sosial no tunai,”ujar Miftahul Adha. |Syidiq Syaiful Ardli|

Catatan: Ada Koreksi di lead berita, semula tertulis Agen 48 seharusnya Agen 46. Kesalahan sudah dikoreksi.

back to top