Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Bisa lho selamatkan sungai lewat kebiasaan kecil di rumah

Bisa lho selamatkan sungai lewat kebiasaan kecil di rumah
Surabaya - KoPi | Menjelang Kongres Sungai Indonesia di Banjarnegara 31 Agustus mendatang, isu pemulihan peran sungai menjadi hangat. Salah satu permasalah sungai di Indonesia adalah terabaikannya kebersihan sungai. Sungai menjadi keranjang sampah bagi masyarakat Indonesia. Akibatnya, ekosistem sungai mati karena tertutup sampah.
 

Sungai dan sampah seakan menjadi suatu hal yang tak bisa dipisahkan di kota besar di Indonesia. Setiap kali kita menoleh ke arah sungai, ada saja sampah yang mengambang di atasnya. 

Disadari atau tidak, sampah yang menumpuk di sungai berasal dari rumah tangga. Kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya manajemen sampah yang baik membuat sungai menjadi korban. Padahal, menjaga dan melestarikan sungai menjadi tanggung jawab masyarakat luas.

"Masyarakat Indonesia itu masih belum sadar akan pentingnya manajemen sampah yang baik. Kita masih belum terbiasa memilah sampah mana yang bisa didaurulang dan mana yang bisa terurai alam," ucap Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jawa Timur.

Fatma mengungkapkan, tidak seperti di luar negeri yang sudah terbiasa memilah sampah, masyarakat Indonesia menganggap semua sampah mendapat perlakuan yang sama. Apalagi di Indonesia juga masih belum ada fasilitas yang memudahkan masyarakat membedakan mana sampah organik dan anorganik.

"Masyarakat kita masih belum terbiasa. Biarpun saat ini kita masih belum punya tempat sampah khusus organik dan anorganik, seharusnya kebiasaan membedakan sampah harus dimulai dari rumah. Misalnya di setiap ruangan kita beri dua tempat sampah, satu untuk sampah organik dan satu lagi untuk anorganik. Jadi kita tidak harus jalan jauh kalau mau buang sampah. Sedikit repot memang, tapi itu perlu karena menjaga kelestarian bumi tanggung jawab kita," ungkap Fatma panjang lebar.

back to top